Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) mematangkan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan pangan daerah. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi lahan pertanian lebih dari 100 hektar, dengan sekitar 97 hektar berada di kawasan Bukit Sinjai, Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.
Langkah ini diambil sebagai respons atas keterbatasan lahan pertanian di Balikpapan yang saat ini disebut hanya mencakup sekitar 15 persen dari total luas wilayah. Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan menargetkan pengurangan ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah dengan memaksimalkan potensi lokal.
Hingga kini, pemanfaatan lahan yang tersedia masih terbatas. Dari total potensi lahan, baru sekitar 26 hingga 27 hektar yang telah dimanfaatkan secara aktif. Untuk mempercepat pengembangan, pemerintah membuka ruang kolaborasi bagi kelompok masyarakat dan petani lokal dalam pengelolaan lahan tersebut.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan program penguatan ketahanan pangan menjadi bagian dari prioritas pemerintah untuk mendorong kesejahteraan lintas sektor. “Fokus utama kami adalah program peningkatan ketahanan pangan yang menyasar masyarakat, petani, UMKM, hingga nelayan guna meningkatkan taraf hidup mereka,” ujarnya usai mengikuti kegiatan HUT FPPI Kaltim, 24 Januari 2026.
Program di Bukit Sinjai dirancang tidak hanya berbasis penanaman konvensional, melainkan mengusung konsep Integrated Farming System (IFS) atau sistem pertanian terpadu. Konsep ini mengintegrasikan subsektor persawahan, perkebunan, dan peternakan dalam satu siklus produksi yang efisien dengan pendekatan minim limbah atau zero waste.
Penerapan IFS juga diarahkan sebagai sarana edukasi agar petani beralih ke pola pertanian modern yang lebih berkelanjutan. Selain rehabilitasi lahan sawah dan perbaikan infrastruktur irigasi, program tersebut ditujukan untuk membangun kemandirian pangan yang lebih tangguh menghadapi fluktuasi harga pasar global.
Upaya ini disebut sejalan dengan Rancangan Program Prioritas Kementerian Pertanian 2026 yang menargetkan swasembada pangan nasional melalui intensifikasi lahan serta penguatan cadangan pangan di setiap daerah. Melalui optimalisasi kawasan Bukit Sinjai, Balikpapan menargetkan tidak hanya menjaga ketersediaan bahan pokok, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi kerakyatan berbasis agribisnis.

