SEOUL — Baek Kang-hyun, remaja jenius asal Korea Selatan yang memiliki IQ 204, mengungkapkan bahwa ia gagal masuk Universitas Oxford, Inggris, setelah menjalani sejumlah tahapan seleksi sejak September 2025.
Dalam pernyataan yang diunggah di kanal YouTube-nya pekan lalu, Baek menyampaikan kekecewaannya atas hasil seleksi tersebut. Ia mengatakan sempat menangis karena harapannya yang tinggi. Meski demikian, Baek menegaskan tidak akan berhenti mengejar mimpinya dan menganggap pengalaman itu sebagai tantangan yang berharga.
Baek juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukung yang memberikan semangat selama proses seleksi. Sebelumnya, ia secara terbuka menyatakan mendaftar ke Oxford untuk jurusan ilmu komputer. Dalam pemeringkatan terbaru versi Times Higher Education yang berbasis di Inggris, Oxford disebut sebagai institusi terbaik dunia di bidang tersebut.
Dalam proses seleksi, Baek mengikuti Mathematics Admissions Test yang menjadi syarat utama bagi pelamar jurusan terkait. Ia berhasil melaju hingga tahap wawancara, yang hanya diberikan kepada sekitar 400 dari 1.600 kandidat.
Namun, upaya Baek menuju Oxford juga dihadapkan pada kendala administratif. Sistem penerimaan perguruan tinggi Inggris melalui UCAS tidak mengizinkan pendaftar berusia di bawah 13 tahun. Saat mengajukan lamaran, Baek masih berusia 12 tahun. Selain itu, visa pelajar Inggris hanya dapat diterbitkan bagi anak berusia minimal 16 tahun, sehingga meski diterima, ia tetap tidak bisa langsung memulai kuliah di Inggris.
Kepada para pengikutnya, Baek menyebut ambisi jangka panjangnya adalah menjadi pakar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ia mengaku sedang mengembangkan sejumlah proyek, termasuk perangkat pintar yang ditujukan agar orang berusia 80 tahun dapat mendaki Gunung Everest, serta permainan realitas virtual berbasis AI.
Baek juga menyampaikan rencana meluncurkan dua aplikasi seluler pada tahun ini, dan dua aplikasi tambahan pada 2027.
Nama Baek mulai dikenal publik pada 2016 ketika tampil di televisi pada usia 41 bulan dan menunjukkan kemampuan menonjol di bidang matematika dan musik. Mengutip Korea Times, Baek memperoleh skor 163 dalam Skala Kecerdasan Wechsler yang setara dengan IQ 204, menempatkannya dalam 0,0001 persen populasi dengan tingkat kecerdasan tertinggi di dunia.
Pada Maret 2023, Baek sempat diterima di Sekolah Menengah Sains Seoul pada usia 10 tahun, namun mengundurkan diri setelah satu semester. Saat itu, Baek menyatakan ingin fokus pada kegiatan kreatif. Menurut pernyataan ayahnya, keputusan tersebut juga dipengaruhi pengalaman kekerasan di sekolah.

