Badai salju melanda Amerika Serikat dan memicu pembatalan ribuan penerbangan serta pemadaman listrik dalam skala besar. Pada Sabtu, 24 Januari 2026, banyak penerbangan yang dijadwalkan lepas landas sepanjang akhir pekan dibatalkan ketika badai mulai menerjang sebagian besar wilayah negara tersebut. Kondisi cuaca juga menyebabkan es menutup jalan raya utama, sementara warga dilaporkan telah memborong kebutuhan di supermarket sejak Jumat.
Sekitar 140 juta orang—atau lebih dari 40 persen populasi AS—berada di bawah peringatan badai musim dingin yang membentang dari New Mexico hingga New England. Badan Layanan Cuaca Nasional memperkirakan salju lebat, hujan es, dan hujan beku akan meluas dari Sabtu hingga Senin, membentang dari Pegunungan Rocky bagian selatan hingga New England. Masyarakat diminta bersiap menghadapi beberapa hari dengan suhu yang sangat dingin.
Ahli meteorologi National Weather Service, Allison Santorelli, memperingatkan bahwa salju dan es diperkirakan mencair sangat lambat. “Salju dan es akan sangat, sangat lambat mencair dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, dan itu akan menghambat upaya pemulihan apa pun,” ujarnya.
Pemerintah federal juga menyiagakan dukungan untuk menghadapi dampak badai. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyatakan Badan Manajemen Keadaan Darurat Federal (FEMA) telah menempatkan barang-barang kebutuhan pokok, staf, serta tim pencarian dan penyelamatan di sejumlah negara bagian. Noem mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah. “Kami hanya meminta agar semua orang bersikap bijak, tetap di rumah jika memungkinkan,” katanya.
Presiden Donald Trump menyebut badai tersebut sebagai peristiwa bersejarah. Pada Sabtu, 24 Januari 2026, Trump menyetujui deklarasi bencana darurat federal untuk Carolina Selatan, Virginia, Tennessee, Georgia, Carolina Utara, Maryland, Arkansas, Kentucky, Louisiana, Mississippi, Indiana, dan Virginia Barat. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan pemerintah akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan negara bagian yang dilintasi badai, sembari mengimbau warga untuk tetap aman dan hangat.
Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebut 17 negara bagian dan Distrik Columbia telah menyatakan keadaan darurat cuaca. Noem mengatakan puluhan ribu orang di negara bagian selatan terdampak dan kehilangan aliran listrik, sementara tim dari perusahaan listrik dikerahkan untuk memulihkan pasokan secepat mungkin.

