BERITA TERKINI
AS: Rusia dan Ukraina Ambil “Langkah Besar” Usai Sepakat Lanjutkan Perundingan Damai di Abu Dhabi

AS: Rusia dan Ukraina Ambil “Langkah Besar” Usai Sepakat Lanjutkan Perundingan Damai di Abu Dhabi

Washington menyatakan Rusia dan Ukraina telah mengambil “langkah besar” setelah kedua negara sepakat menggelar putaran kedua perundingan damai langsung yang dimediasi Amerika Serikat pada akhir pekan depan. Kesepakatan itu dicapai usai pertemuan dua hari di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, meski Ukraina mengeluhkan proses negosiasi terganggu oleh rentetan serangan mematikan.

Seorang pejabat AS mengatakan perundingan trilateral di Uni Emirat Arab akan dilanjutkan pada 1 Februari. “Saya pikir mempertemukan semua pihak adalah langkah besar. Ini menegaskan bahwa, pertama, banyak kemajuan telah dicapai sejauh ini dalam merumuskan detail yang dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan,” kata pejabat tersebut.

Negosiator Rusia dan Ukraina terakhir kali diketahui bertemu langsung di Istanbul pada musim panas lalu. Pembicaraan saat itu hanya menghasilkan kesepakatan pertukaran tawanan perang.

Pertemuan pekan ini menjadi kali pertama kedua pihak kembali duduk berhadapan untuk membahas rencana yang didorong Presiden AS Donald Trump guna mengakhiri perang yang hampir berlangsung empat tahun.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan “banyak hal dibahas, dan penting bahwa pembicaraan berlangsung secara konstruktif”. Namun, pada malam menjelang hari kedua perundingan, serangan drone dan rudal Rusia memutus aliran listrik bagi jutaan orang dalam suhu di bawah nol derajat. Kiev menuduh Moskow merusak proses negosiasi dengan melancarkan kembali “malam teror Rusia”.

Jurnalis AFP melaporkan warga berlarian mencari perlindungan ketika ledakan menerangi langit malam di ibu kota Kiev. Setelah malam tanpa tidur, sejumlah warga Kiev mengaku pesimistis akan adanya terobosan.

“Mereka hanya akan mengatakan semuanya baik-baik saja, lagi-lagi tidak ada kesepakatan, dan lagi-lagi akan ada roket,” kata Anastasia Tolkachov, yang terpaksa bermalam di area parkir mobil.

Juru bicara pemerintah Uni Emirat Arab menyebut pertemuan yang melibatkan perwira militer senior dari kedua belah pihak berlangsung dalam suasana “konstruktif dan positif”. Menurutnya, perundingan membahas “elemen-elemen yang masih tersisa dalam kerangka perdamaian yang diusulkan AS, serta langkah-langkah membangun kepercayaan”.

Zelensky menyatakan “fokus utama diskusi adalah kemungkinan parameter untuk mengakhiri perang”. Kedua pihak juga menyebut status wilayah di kawasan Donbas, timur Ukraina, sebagai isu utama yang belum terselesaikan dalam upaya mencapai kesepakatan.

Otoritas Ukraina melaporkan lebih dari satu juta warga di Kiev dan Chernihiv kehilangan listrik dalam suhu di bawah nol akibat serangan Rusia. Sekitar separuh blok apartemen di Kiev juga terputus dari pemanas.

“Malam ini di Kyiv, semuanya benar-benar terjadi lagi dan lagi,” kata Iryna Berehova (48). “Ledakan-ledakan ini, malam tanpa tidur, kekhawatiran terhadap anak-anak dan keselamatan kami, semua itu sangat melelahkan. Negosiasi yang sedang berlangsung bahkan tidak memberi kami harapan.”

Uni Eropa, yang telah mengirim ratusan generator listrik ke Ukraina, menuduh Moskow “secara sengaja merampas warga sipil dari akses pemanas”. Sementara itu, Zelensky pekan lalu menetapkan status darurat di sektor energi yang disebut terpukul oleh serangan Rusia tanpa henti terhadap pasokan listrik dan pemanas.

Di sisi lain, gubernur wilayah Kherson yang dipasang Moskow, Vladimir Saldo, mengatakan serangan drone Ukraina menewaskan tiga orang di sebuah ambulans yang sedang menuju rumah seorang pasien.

Meski diplomasi untuk mengakhiri konflik kembali bergerak, Moskow dan Kiev masih buntu terkait isu wilayah.