BERITA TERKINI
Apindo Minta Pemerintah Pantau Perubahan Tarif Dagang AS, Pelaku Usaha Pilih Sikap Hati-hati

Apindo Minta Pemerintah Pantau Perubahan Tarif Dagang AS, Pelaku Usaha Pilih Sikap Hati-hati

JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah terus memantau dinamika kebijakan tarif dagang di Amerika Serikat (AS). Perubahan tarif pascakeputusan Mahkamah Agung AS dinilai setidaknya dapat memengaruhi neraca perdagangan internasional kedua negara.

Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar mengatakan kepastian hukum menjadi faktor penting bagi dunia usaha dalam menyusun perencanaan perdagangan dan investasi. Karena itu, Apindo mendukung langkah pemerintah yang memonitor perkembangan sekaligus menjaga komunikasi bilateral agar tidak terjadi kekosongan kejelasan yang dapat mengganggu perencanaan.

“Kepastian hukum adalah the real low-cost capital bagi dunia usaha. Karena itu, kami mendukung pendekatan pemerintah yang terus memonitor perkembangan dan menjaga komunikasi bilateral agar tidak terjadi vacuum of clarity yang dapat mengganggu perencanaan perdagangan dan investasi,” kata Sanny, Minggu (22/2/2026).

Menurut Sanny, pelaku usaha saat ini masih mencermati perkembangan tersebut secara saksama dan belum dapat menarik perhitungan final mengenai dampaknya. Ia menilai perubahan konfigurasi tarif berpotensi memengaruhi struktur biaya dan daya saing ekspor.

Namun, perhatian utama dunia usaha berada pada kejelasan cakupan produk, mekanisme implementasi, serta keberlanjutan kebijakan tarif ke depan.

“Dalam kondisi seperti ini, pelaku usaha cenderung mengambil pendekatan wait and assess sambil melakukan penyesuaian skenario bisnis secara hati-hati, serta berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah,” ujarnya.

Sanny menambahkan, perencanaan pada tahun berjalan tetap akan mengedepankan prinsip kehati-hatian, diversifikasi pasar, serta penguatan efisiensi internal, sembari menunggu kepastian arah kebijakan dan perkembangan selanjutnya.

Apindo juga berharap situasi ini segera mengarah pada konfigurasi kebijakan yang lebih stabil dan terinstitusionalisasi. Sanny menekankan hubungan perdagangan Indonesia-AS bersifat struktural dan jangka panjang, terutama bagi sektor padat karya berbasis ekspor yang memiliki eksposur tinggi ke pasar AS.

Sejalan dengan itu, ia menilai kepastian akses pasar, kejelasan aturan teknis, serta keberlanjutan dialog bilateral menjadi kunci dalam menjaga kelancaran hubungan dagang kedua negara.