Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Timur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 dengan menggelar silaturahmi bersama pengurus dan anggota di Hotel Platinum Balikpapan, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menegaskan soliditas organisasi.
Ketua APINDO Kaltim, Dr Abriantinus, SH, MA, mengatakan peringatan HUT kali ini dikemas secara sederhana. Ia menekankan bahwa inti perayaan terletak pada kebersamaan dan rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi.
“Tidak ada agenda khusus, hanya kebersamaan dan silaturahmi. Ini menjadi momentum untuk mensyukuri usia APINDO yang ke-74, sekaligus menyiapkan langkah-langkah ke depan agar organisasi semakin kuat,” ujar Abriantinus.
Dalam kesempatan tersebut, Abriantinus juga mengapresiasi meningkatnya partisipasi anggota, termasuk bergabungnya 15 anggota baru. Menurutnya, hal itu mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap peran dan eksistensi APINDO di Kalimantan Timur.
APINDO Kaltim, lanjut Abriantinus, terus mengintensifkan sosialisasi kepada pelaku usaha agar semakin banyak perusahaan bergabung. Ia menegaskan APINDO diharapkan menjadi wadah bersama bagi pengusaha untuk berjejaring dan memperjuangkan kepentingan dunia usaha.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan di sejumlah sektor, Abriantinus menilai geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang baru. Meningkatnya arus kunjungan dari berbagai daerah dan luar negeri diyakini dapat mendorong aktivitas ekonomi serta membuka ruang bagi pelaku usaha lokal.
Untuk memperkuat kontribusi organisasi, APINDO Kaltim juga berupaya membangun komunikasi yang intens dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah. Langkah ini dipandang strategis untuk mempertegas posisi APINDO sebagai mitra dialog dan jembatan antara pengusaha dengan pihak terkait.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan APINDO Kaltim, Slamet Brotosiswoyo, menegaskan kekuatan utama APINDO berada pada kekompakan internal. Ia menyebut APINDO sebagai organisasi pengusaha yang tetap solid tanpa konflik kepengurusan.
“APINDO tidak mengenal dualisme ataupun perpecahan. Kita tetap satu dan solid,” tegas Slamet.
Menurutnya, meski perjalanan organisasi tidak selalu mulus, militansi dan komitmen pengurus membuat APINDO tetap bertahan dan memainkan peran strategis. Ia menekankan peran APINDO sebagai representasi pengusaha dalam berbagai forum kebijakan, termasuk perundingan pengupahan serta hubungan industrial dengan serikat pekerja dan pemerintah.

