BERITA TERKINI
Analis: Rupiah Menguat Dipicu Respons Pasar atas BI yang Menahan Suku Bunga

Analis: Rupiah Menguat Dipicu Respons Pasar atas BI yang Menahan Suku Bunga

Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis (22/1/2026), seiring respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuannya. Rupiah naik 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.929 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.936 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai penguatan rupiah tidak lepas dari euforia kebijakan BI yang menahan suku bunga. Ia memperkirakan rupiah bergerak menguat pada kisaran Rp16.900 hingga Rp16.950 per dolar AS.

Menurut Rully, sentimen domestik turut didorong oleh arah kebijakan BI yang dinilai jelas untuk menjaga volatilitas rupiah. Ia juga menyebut keputusan menahan suku bunga meredakan ekspektasi negatif melalui sinyal kehati-hatian, yakni tidak tergesa-gesa menaikkan bunga, sehingga daya tarik aset domestik tetap terjaga.

Sebelumnya, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2026 yang berlangsung pada 20–21 Januari 2026, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen. BI juga menahan suku bunga deposit facility pada 3,75 persen dan suku bunga lending facility pada 5,5 persen.

BI menyatakan keputusan tersebut konsisten dengan fokus kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global, sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026–2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ke depan, BI menyebut akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh.

Selain itu, BI menyampaikan tetap mencermati ruang penurunan BI-Rate lebih lanjut, dengan mempertimbangkan perkiraan inflasi 2026–2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.