BERITA TERKINI
Amartha Perkuat Mitigasi Risiko untuk Menjaga TWP90 Saat Permintaan Pembiayaan Ramadan Meningkat

Amartha Perkuat Mitigasi Risiko untuk Menjaga TWP90 Saat Permintaan Pembiayaan Ramadan Meningkat

Permintaan pembiayaan masyarakat yang biasanya meningkat selama Ramadan dan Lebaran dinilai berpotensi mendorong kinerja penyaluran pembiayaan industri fintech peer to peer (P2P) lending. Namun, peningkatan pembiayaan pada periode tersebut juga berisiko diikuti kenaikan tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 setelah Ramadan dan Lebaran.

PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menyatakan akan mengantisipasi dampak dari peningkatan pembiayaan pada momen Ramadan dan Lebaran dengan menerapkan tata kelola yang prudent untuk menjaga TWP90 tetap terkendali.

VP Public Relations Amartha Harumi Supit mengatakan perusahaan mengandalkan mitigasi risiko yang mengombinasikan teknologi machine learning dengan pendekatan berbasis kelompok. Menurutnya, langkah tersebut juga diperkuat oleh dukungan lebih dari 10.000 tenaga lapangan yang berperan dalam pendampingan, serta edukasi mitra melalui program literasi keuangan dan digital.

Seiring meningkatnya minat terhadap pembiayaan produktif, Harumi menyebut hingga saat ini Amartha telah menyalurkan modal kerja sebesar Rp 37 triliun kepada 3,7 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di lebih dari 50.000 desa di Indonesia.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, Amartha mencatat Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB90) sebesar 95,61%.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum pendorong peningkatan pembiayaan fintech lending, sebagaimana tercermin dari data historis pada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan bahwa pada periode Ramadan 2024 atau Maret 2024, penyaluran pembiayaan fintech lending tumbuh 8,90% secara month to month (mtm). Sementara pada periode Ramadan 2025 atau Maret 2025, penyaluran pembiayaan meningkat 3,80% secara mtm.

Menurut Agusman, tren tersebut menunjukkan Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat.