BERITA TERKINI
Akademisi Tekankan Literasi Keuangan untuk Nelayan Gebang Mekar yang Berpenghasilan Musiman

Akademisi Tekankan Literasi Keuangan untuk Nelayan Gebang Mekar yang Berpenghasilan Musiman

Cirebon — Upaya meningkatkan literasi keuangan nelayan di wilayah pesisir Gebang Mekar menjadi perhatian, mengingat karakter pendapatan nelayan yang cenderung musiman dan fluktuatif. Kondisi penghasilan yang tidak menentu dinilai memerlukan pendekatan edukasi serta pendampingan yang berkelanjutan agar pengelolaan keuangan dapat lebih stabil.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. Hj. Dewi Fatmasari, S.E., M.Si., menilai penguatan literasi dan kemandirian keuangan nelayan merupakan langkah penting. Menurutnya, latar belakang ekonomi masyarakat pesisir perlu menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan program pemberdayaan.

Dewi menyampaikan bahwa edukasi keuangan perlu dirancang sesuai kebutuhan riil masyarakat pesisir. Ia juga menilai inisiatif peningkatan literasi melalui edukasi merupakan langkah yang tepat, namun program tersebut perlu dievaluasi secara berkelanjutan agar materi yang disampaikan benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari nelayan.

Selain aspek edukasi, Dewi menyoroti pentingnya akses nelayan terhadap layanan keuangan formal. Pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dipandang dapat membuka peluang nelayan untuk terhubung dengan perbankan dan lembaga pembiayaan resmi.

Ia mencontohkan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) nelayan sebagai salah satu skema yang dapat membantu meningkatkan akses nelayan ke layanan keuangan formal. Meski demikian, ia menekankan perlunya upaya mengurangi hambatan yang masih dirasakan, seperti biaya administrasi serta persyaratan yang dinilai cukup rumit.

Strategi lain yang dinilai penting adalah pengembangan usaha berbasis potensi lokal agar nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan. Pembiayaan usaha yang tepat sasaran diyakini dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membantu menjaga stabilitas pendapatan.

Menurut Dewi, pendampingan dan pelatihan perlu berjalan beriringan dengan penyaluran pembiayaan. Dengan cara itu, nelayan tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga kemampuan manajerial untuk mengelola usaha secara efektif dan berkelanjutan.