JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelaku usaha dan investor menunjukkan sentimen positif terhadap prospek perekonomian Indonesia pada 2026. Optimisme tersebut, menurutnya, tercermin dari aktivitas pasar modal sepanjang tahun ini.
Airlangga menyebut terdapat 24 perusahaan yang telah melantai di bursa efek pada 2025. Ia menambahkan, masih ada sejumlah perusahaan lain, termasuk industri skala besar, yang siap menyusul melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
“Per Desember, ada 13 perusahaan yang siap di pipeline [untuk IPO] dan 7 di antaranya adalah perusahaan besar yang tentu menunjukkan optimisme kepada market. Sepertinya juga ada spillover ke Januari, harapannya kalau Januari positif, Januari efek akan membawa kita untuk ekonomi yang lebih baik di tahun 2026,” kata Airlangga, dikutip Minggu (14/12/2025).
Untuk 2026, Airlangga memprediksi faktor risiko yang bersifat menguntungkan (upside risk) akan lebih dominan dibandingkan risiko penurunan (downside risk). Dengan asumsi tersebut, ia meyakini pertumbuhan ekonomi dapat mencapai target 5,4%.
Meski demikian, Airlangga menekankan pemerintah tidak boleh berdiam diri. Menurutnya, ada sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan serta beberapa aspek penting yang harus dikejar untuk mendukung prospek ekonomi dan mencapai target pertumbuhan.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat. Di sisi lain, Indonesia disebut telah menuntaskan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang ditargetkan efektif pada 2027. Airlangga juga menyebut proses aksesi Indonesia ke Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menunjukkan kemajuan yang kuat dan terlihat.
“Dengan harapan dari berbagai negara agar Indonesia dapat bergabung sebagai anggota OECD pada 2027,” ujar Airlangga.
Selain langkah-langkah tersebut, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program untuk mendorong aktivitas ekonomi pada periode akhir 2025 hingga awal 2026. Airlangga menyebut pemerintah akan memberikan diskon tiket transportasi pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Program lain yang disiapkan meliputi EPIC Sale dengan target transaksi Rp56 triliun, Harbolnas dengan target Rp34 triliun, serta program BINA dengan target Rp30 triliun.

