Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kondisi indikator ekonomi makro Indonesia hingga akhir tahun masih berada dalam situasi yang baik. Ia juga menyoroti kinerja pasar keuangan yang dinilai positif, salah satunya terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatatkan rekor tertinggi dan naik 20 persen sejak Januari, serta disebut sebagai salah satu yang tertinggi di Asia.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Dalam laporannya, Airlangga menyebut neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar 2,39 miliar dolar AS. Untuk transaksi berjalan tahun 2025, Indonesia juga membukukan surplus sekitar 4 miliar dolar AS, meskipun sektor keuangan mengalami defisit sebesar 8,1 miliar dolar AS.
Airlangga juga menyampaikan cadangan devisa Indonesia tetap berada pada level tinggi, sekitar 150 miliar dolar AS.
Dari sisi perbankan, pertumbuhan kredit dilaporkan tetap positif di angka 7,36 persen. Sementara itu, uang primer yang digelontorkan pemerintah melalui kebijakan fiskal tercatat tumbuh 13,3 persen atau sekitar Rp2.136 triliun.
Dengan sejumlah catatan tersebut, Airlangga menyatakan optimistis target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen pada tahun ini dapat tercapai. Ia juga menyebut kuartal IV diperkirakan mencatat kenaikan pertumbuhan di atas 5,4 persen.

