Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemerintah masih mencari solusi terbaik terkait penyelesaian restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Pernyataan itu disampaikan AHY usai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.45 WIB. AHY menyebut restrukturisasi keuangan KCJB menjadi salah satu topik utama yang dibahas, termasuk rencana perluasan proyek kereta cepat.
“Kami juga membahas tentang restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Mohon bersabar karena memang kami juga terus mencari solusi yang terbaik,” kata AHY kepada pewarta.
Menurut AHY, Presiden Prabowo Subianto meminta agar persoalan restrukturisasi diselesaikan dengan prinsip tidak merugikan semua pihak. AHY juga menilai kinerja KCJB yang dikelola PT KCIC menunjukkan performa yang baik, termasuk peningkatan jumlah penumpang.
Karena itu, pemerintah akan berhati-hati dalam mengambil keputusan. AHY menegaskan berbagai aspek akan menjadi pertimbangan, termasuk keamanan fiskal.
“Kita terlebih dahulu harus fokus pada restrukturisasi keuangan karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut,” ujarnya.
AHY menambahkan, koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Danantara, serta PT KAI sebagai salah satu pemegang saham di KCIC.
“Nah ini sedang kita cari yang terbaik,” tegasnya.
Dalam upaya penanganan restrukturisasi dan rencana ekspansi, AHY menyebut pemerintah memutuskan membentuk Komite Nasional Kereta Cepat. Komite ini akan menangani restrukturisasi keuangan KCJB hingga rencana pengembangan kereta cepat Jakarta–Surabaya.

