Seorang warga Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, bernama Adi (34) kehilangan 11 anggota keluarganya akibat bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026). Hingga Minggu (25/1/2026), Adi menyebut paman, bibi, serta sejumlah keponakannya diduga masih tertimbun material longsor di Kampung Kuda, RT 1/10, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua.
Di lokasi kejadian, Adi tampak lemas menyaksikan kampung halamannya yang rata dengan tanah. Ia menunggu kabar dari tim SAR gabungan yang masih melakukan pencarian, sembari berharap seluruh keluarganya segera ditemukan.
“Total ada 11 saudara yang masih dicari. Kalau istri selamat karena saat kejadian, lagi sama saya di rumah atas,” kata Adi saat ditemui di lokasi, Minggu (25/1/2026).
Adi menyampaikan, anggota keluarga yang belum ditemukan terdiri dari dua pamannya beserta anak-anak mereka, nenek, serta keluarga dari pihak istrinya. Sementara itu, ibu dari istrinya telah ditemukan dan sudah dilakukan pemeriksaan identifikasi oleh petugas.
“Yang belum ketemu paman 2 sama anak-anaknya, terus nenek, dan keluarga istri. Kalau ibunya istri saya sudah ketemu. Tadi sudah dicek (identifikasi) oleh petugas,” ujarnya.
Menurut Adi, 11 anggota keluarganya itu tinggal dalam satu rumah yang kini sudah tertimbun dan rata dengan tanah. Ia menduga saat longsor terjadi, mereka kemungkinan besar sedang tertidur karena peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB.
Adi juga mengingat suasana mencekam ketika longsor terjadi. Dari rumahnya yang berada di bagian atas titik longsor, ia mendengar jeritan warga disertai suara gemuruh di tengah kondisi dini hari yang gelap.
“Warga teriak-teriak jam 3 subuh, awalnya saya gak tahu longsor. Saya kira Sesar Lembang (gempa). Ditambah hujan angin, pas lihat pagi kaget semua rumah di sudah sudah rata,” ucapnya.
Pada pagi hari di hari pertama kejadian, Adi mengaku langsung berupaya menghubungi seluruh anggota keluarganya tersebut.

