Produk Whip Pink belakangan ramai disorot warganet. Dalam keterangan di situs resminya, Whip Pink ditulis sebagai produk kebutuhan kuliner, terutama untuk pembuatan whipped cream serta kreasi minuman dan makanan berbasis nitrous oxide (N2O).
Dalam praktik kuliner modern, penggunaan whipped cream dispenser dan gas nitrous oxide memang kian populer. Perangkat ini digunakan untuk membuat krim lebih lembut, minuman berbuih, dan beragam kreasi makanan, baik untuk kebutuhan dapur profesional maupun rumahan.
Namun, di sisi lain muncul tren yang mengkhawatirkan, yakni penyalahgunaan nitrous oxide sebagai zat hirup untuk mengejar efek mabuk singkat. Praktik ini kerap disebut “whippets” dan dikaitkan dengan sensasi seperti “laughing gas” atau gas tawa.
Cara penyalahgunaan “whippets”
Dalam penyalahgunaannya, nitrous oxide tidak dipakai untuk memasak, melainkan dihirup langsung dengan berbagai cara. Mengacu pada WebMD, gas dapat dihirup dari balon yang telah diisi nitrous oxide atau langsung dari tabung menggunakan alat pemecah (cracker). Ada pula yang menutup wajah dengan plastik atau masker untuk menghirup uap gas.
Efek “high” dari whippets berlangsung sangat singkat, hanya beberapa menit. Karena itu, pengguna dapat menghirupnya berulang kali dalam waktu singkat untuk mempertahankan sensasi mabuk.
Survei 2022 dari lembaga kesehatan pemerintah Amerika Serikat mencatat sekitar 13,9 juta orang berusia di atas 12 tahun di AS pernah menyalahgunakan nitrous oxide, atau sekitar 4,9 persen dari populasi. Angka tersebut meningkat lebih dari satu juta orang dibanding tahun sebelumnya.
Di Inggris dan Wales, nitrous oxide disebut sebagai zat adiktif ketiga paling sering digunakan setelah ganja dan kokain. Secara global, zat ini termasuk salah satu yang paling sering disalahgunakan.
Dari alat dapur menjadi alat hirup
Whipped cream dispenser pada dasarnya adalah alat dapur berbentuk tabung silinder dengan nosel, dipakai untuk mengocok bahan dengan gas nitrous oxide agar menjadi berbusa. Namun dalam penyalahgunaan, alat ini dapat dimodifikasi, misalnya dengan memasang balon di ujungnya untuk menampung gas lalu dihirup.
Selain itu, beredar pula tabung kecil yang dibuat menyerupai alat portabel untuk menghirup gas, lengkap dengan alat pemecah (cracker). Praktik ini dinilai berbahaya karena gas yang keluar dapat menyebabkan luka dingin (cold burn) pada kulit atau saluran napas.
Legal dijual, berbahaya jika disalahgunakan
Nitrous oxide legal dijual karena memiliki berbagai penggunaan yang sah, antara lain untuk membuat whipped cream dan minuman berbuih, kebutuhan dunia otomotif, serta pemakaian di dunia medis sebagai obat bius ringan. Meski demikian, penggunaan untuk tujuan rekreasional atau memabukkan disebut ilegal dan dapat memicu risiko kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Efek singkat dan sensasi yang dicari
Efek mabuk dari whippets dapat muncul sekitar 10 detik setelah dihirup. Sensasi yang dilaporkan antara lain perasaan senang dan euforia, sensasi seperti melayang atau terpisah dari tubuh, berkurangnya rasa sakit dan kepekaan indra, hingga halusinasi visual dan suara, terutama bila dicampur zat lain. Karena hanya bertahan beberapa menit, pengguna dapat terdorong untuk menghirup berulang kali dalam jumlah besar.
Dampak jangka pendek
Sejumlah dampak yang sering muncul meliputi pusing dan lemas, kesemutan, gangguan keseimbangan dan koordinasi, bicara pelo, mual dan muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, serta detak jantung tidak teratur. Salah satu risiko yang paling sering terjadi adalah jatuh dan pingsan akibat kekurangan oksigen.
Risiko jangka panjang
Penyalahgunaan nitrous oxide dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak, kerusakan hati dan ginjal, gangguan pendengaran, kekurangan vitamin B12 yang berat yang dapat berujung pada kerusakan saraf, gangguan sumsum tulang, hilangnya koordinasi tubuh, gangguan irama jantung dan tekanan darah, masalah kandung kemih dan usus, serta depresi, psikosis, dan gangguan mental lainnya. Pada ibu hamil, penggunaan whippets juga disebut dapat menyebabkan cacat bawaan pada bayi.

