Kabar meninggalnya selebgram sekaligus penyanyi Lula Lahfah pada Jumat malam (23/1/2026) memicu beragam spekulasi di media sosial. Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan keterkaitan kematian almarhumah dengan penggunaan Whip Pink Gas atau yang kerap disebut sebagai gas tawa.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian Lula Lahfah. Namun, nama Whip Pink mendadak menjadi perbincangan hangat di platform X dan Instagram, seiring beredarnya unggahan serta asumsi warganet yang mengaitkan produk tersebut dengan kepergian Lula.
Whip Pink, sebagaimana dijelaskan di laman whippink.com, merupakan produk dispenser krim kocok yang menggunakan Nitrous Oxide (N2O) sebagai gas pendorong. Dalam dunia kuliner, Nitrous Oxide lazim dipakai untuk membuat whipped cream agar menghasilkan tekstur lembut dan mengembang secara instan.
Produk ini disebut Whip Pink karena kemasannya berwarna pink dan sekilas menyerupai tabung gas rumah tangga. Meski demikian, Whip Pink tidak mengandung LPG, melainkan Nitrous Oxide yang diformulasikan khusus untuk kebutuhan makanan dan minuman.
Selain digunakan dalam kuliner, Nitrous Oxide juga dikenal dalam bidang medis sebagai obat penenang ringan dan pereda nyeri. drg. Wienna Manggala Putri, dikutip dari laman Klikdokter, menyebut gas ini kerap digunakan dalam prosedur perawatan gigi untuk membantu pasien merasa lebih rileks, terutama pada anak-anak.
Dalam penggunaan sesuai standar dan dosis terukur, Nitrous Oxide dinilai aman. Efeknya bekerja cepat dan biasanya cepat menghilang setelah pemakaian dihentikan. Sementara itu, National Library of Medicine menyebut Nitrous Oxide sebagai salah satu jenis gas anestesi atau obat bius hirup dengan efek yang paling ringan.

