Wakil Perdana Menteri Vietnam Nguyen Hoa Binh melakukan kunjungan dan pembahasan kerja sama dengan bursa saham utama di Amerika Serikat, termasuk NASDAQ. Dalam pertemuan tersebut, NASDAQ memaparkan posisi dan arah pengembangan teknologinya, sementara pihak Vietnam menyampaikan sejumlah usulan kolaborasi untuk mendukung penguatan pasar modal dan rencana pengembangan Pusat Keuangan Internasional Vietnam.
Wakil Presiden Eksekutif NASDAQ Jeff Thomas menyampaikan bahwa NASDAQ merupakan bursa saham elektronik pertama di dunia. Ia juga menyebut NASDAQ sebagai bursa dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di Amerika Serikat, yang menghubungkan berbagai bisnis inovatif dunia serta menyediakan teknologi untuk lebih dari 135 platform perdagangan secara global.
Dalam pertemuan itu, NASDAQ menjelaskan bahwa pihaknya secara konsisten mendorong penerapan teknologi digital—seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan kriptografi—dalam operasi bursa, pengelolaan data, dan manajemen secara keseluruhan. Penerapan teknologi tersebut disebut berkontribusi pada peningkatan likuiditas, transparansi, serta penyediaan sumber data yang andal bagi investor.
Di hadapan para pemimpin NASDAQ, Nguyen Hoa Binh menyatakan harapannya agar NASDAQ dapat berkolaborasi dan menjadi mitra penting dalam pengembangan Pusat Keuangan Internasional Vietnam. Ia mengusulkan kerja sama untuk mendorong dialog kebijakan guna meningkatkan pasar modal Vietnam, termasuk standar dan persyaratan pencatatan saham.
Selain itu, ia juga mengusulkan kolaborasi dalam pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas tata kelola, serta pelatihan sumber daya manusia bagi pasar sekuritas dan Pusat Keuangan Internasional Vietnam.
NASDAQ menilai Vietnam sebagai ekonomi yang berkembang pesat dan memiliki banyak peluang kerja sama. NASDAQ juga menyatakan kesiapan untuk mendukung perusahaan-perusahaan Vietnam dalam mengakses pasar modal Amerika Serikat, termasuk melalui pencatatan saham di bursa NASDAQ.