Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (14/4), mengikuti pergerakan positif Wall Street. Investor mulai menunjukkan optimisme setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal adanya peluang kesepakatan dengan Iran, meski blokade di Selat Hormuz disebut telah resmi diberlakukan.
Indeks saham di Jepang, Korea Selatan, dan Australia tercatat naik, didorong harapan bahwa kesepakatan damai berpotensi menekan harga minyak dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Indeks MSCI Asia-Pasifik naik 0,8% pada pembukaan perdagangan.
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka terpantau stabil setelah indeks S&P 500 pada Senin ditutup menguat 1%, sekaligus menghapus kerugian yang sebelumnya dipicu ketegangan terkait Iran.
Sentimen pasar turut ditopang oleh penurunan harga minyak mentah Brent sebesar 1,9% menjadi US$97,46 per barel. Di sisi lain, harga emas kembali menguat ke kisaran US$4.755 per ons, sementara Bitcoin naik ke level US$74.400.
Penguatan pasar disebut dipicu oleh klaim Trump bahwa pihak Iran telah menghubungi pemerintahannya untuk membahas potensi negosiasi damai. Namun, karena belum ada konfirmasi dari Teheran, investor tetap mencermati risiko munculnya volatilitas baru.