Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Selasa di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik terkait Selat Hormuz. Penguatan ini dipicu harapan pelaku pasar bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih mungkin tercapai, meski perundingan kedua negara dilaporkan menemui kebuntuan.
Sentimen positif muncul ketika AS mulai memblokade pengiriman Iran di Selat Hormuz. Kebijakan tersebut dinyatakan mulai berlaku pada Senin, sebagai upaya meningkatkan tekanan terhadap Iran agar membuka kembali jalur distribusi minyak yang dinilai vital bagi pasar global.
Di tengah situasi itu, gencatan senjata disebut belum resmi dibatalkan, namun kondisinya dinilai semakin rapuh. AS dan Iran juga saling menuding telah melanggar kesepakatan yang sebelumnya disepakati.
Dari pihak Iran, pemerintah memperingatkan bahwa langkah AS berisiko mendorong kenaikan harga energi dunia. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf turut menyinggung potensi dampak kebijakan tersebut terhadap harga bahan bakar.
Di pasar saham, penguatan bursa Asia juga didorong optimisme bahwa konflik dapat mereda, serta perhatian investor pada rilis data perdagangan China yang dinantikan pasar.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,5% dan Topix menguat 0,74%. Bursa Australia turut bergerak positif dengan indeks S&P/ASX 200 meningkat 0,88%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan di level 25.924, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.660,85.
Berbeda dengan pasar saham, harga minyak tercatat melemah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,37% menjadi USD 96,73 per barel, sedangkan Brent turun 1,82% ke USD 97,51 per barel.
Pergerakan tersebut mencerminkan dinamika pasar yang masih diliputi ketidakpastian, terutama terkait perkembangan konflik geopolitik dan potensi dampaknya terhadap pasokan energi global.
Sentimen yang membaik juga terlihat di pasar saham AS. Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama Wall Street ditutup menguat seiring harapan bahwa kesepakatan AS-Iran masih dapat dicapai. Indeks S&P 500 naik 1,02% ke 6.886,24, Nasdaq Composite menguat 1,23% ke 23.183,74, dan Dow Jones Industrial Average naik 301,68 poin atau 0,63% ke 48.218,25.
Untuk perdagangan berikutnya, kontrak berjangka S&P 500 bergerak relatif datar dengan kenaikan tipis 0,06%. Dow Jones futures naik 10 poin, sedangkan Nasdaq-100 futures menguat hampir 0,2%.
Secara keseluruhan, pelaku pasar global masih memantau perkembangan hubungan AS-Iran, sembari menilai implikasinya terhadap ekonomi dunia, terutama pada sektor energi dan perdagangan internasional.