PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) menginvestasikan dana Rp43,12 miliar untuk mengakuisisi 62,72% saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) dari pemegang saham pengendali sebelumnya, Sudjatmiko. Langkah ini disebut sebagai bagian dari pengembangan dan ekspansi bisnis perseroan.
Direktur WKM Peter Handika menyampaikan bahwa transaksi akuisisi dilakukan berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli Saham Nomor 12 tertanggal 15 Januari 2026. Dalam transaksi tersebut, WKM mengambil alih 3.920.000.000 saham atau setara 62,72% kepemilikan ASLI.
Pelaksanaan transaksi dilakukan melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin, 19 Januari. Mengacu pada prospektus, harga transaksi ditetapkan Rp11 per saham, sehingga nilai akuisisi mencapai Rp43,12 miliar.
Dengan rampungnya transaksi, WKM efektif menjadi pengendali baru ASLI. Selanjutnya, WKM akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas sisa saham ASLI yang dimiliki pemegang saham publik sesuai ketentuan POJK 9/2018.
Peter menjelaskan, akuisisi dilakukan untuk pengembangan usaha, mengingat WKM juga bergerak di bidang konstruksi. Menurutnya, pengambilalihan ini diharapkan menciptakan kolaborasi antara pengalaman ASLI dan WKM di industri konstruksi.
WKM berkantor di Jl. Kodeco KM 2 Ruko Jhonlin Indah Blok B No.09, Simpang Empat, Tanah Bambu, Kalimantan Selatan. Perusahaan memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp15 miliar. Penerima manfaat WKM disebut Hariono, yang disebut memiliki portofolio pada perusahaan dalam jaringan bisnis H. Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, termasuk PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). Adapun, posisi Direktur WKM dijabat Peter Handika dan Komisaris ditempati Galih Setya Pradana.
Dalam kegiatan usahanya, WKM memiliki portofolio jasa konstruksi yang mencakup pembangunan gedung seperti fasilitas industri, perkantoran, dan hunian. Perseroan juga berpengalaman mengerjakan konstruksi sipil, antara lain pembangunan jalan, irigasi, jembatan, serta sistem drainase.
Melalui pengambilalihan ini, WKM berharap tercipta sinergi usaha dengan ASLI melalui pemanfaatan pengalaman, kompetensi, dan portofolio masing-masing. Perseroan juga menyatakan pengambilalihan diharapkan mendukung penguatan kegiatan usaha serta peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional WKM dan ASLI dalam jangka menengah dan panjang, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

