Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan capacity building bagi influencer kepemudaan di Kantor OJK Sumatera Selatan, Palembang, Senin (9/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan dengan melibatkan generasi muda sebagai agen edukasi di masyarakat.
Acara dibuka oleh Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sumatera Selatan, Asnawati. Dalam sambutannya, ia menekankan peran strategis generasi muda dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi keuangan, terutama melalui pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital.
Asnawati juga menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas influencer kepemudaan diharapkan mendorong terbentuknya agen literasi keuangan yang mampu menyampaikan informasi secara kreatif, informatif, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin memahami produk dan layanan sektor jasa keuangan serta terhindar dari berbagai risiko kejahatan keuangan.
Kegiatan ini diikuti 40 peserta dari berbagai komunitas kepemudaan. Peserta antara lain Duta Industri Jasa Keuangan Sumatera Selatan Tahun 2024 dan 2025, Duta OJK PEDULI, serta Generasi Literasi Masyarakat Sumsel (Gen Limas).
Dalam sesi edukasi, Asisten Manajer Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sumatera Selatan, Fadhilah Ramadhini, menyampaikan materi mengenai literasi keuangan, kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan di sektor jasa keuangan, serta pentingnya memahami dan menggunakan produk serta layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan personal branding dan public speaking dari Coach Firza Rizky. Materi ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para influencer kepemudaan agar dapat menyampaikan pesan edukasi keuangan secara lebih efektif kepada masyarakat.