BERITA TERKINI
Survei FWD-Ipsos: 66% Responden Kelas Menengah Indonesia Mengaku Stres dengan Kondisi Finansial

Survei FWD-Ipsos: 66% Responden Kelas Menengah Indonesia Mengaku Stres dengan Kondisi Finansial

FWD Group Holdings Limited berkolaborasi dengan Ipsos merilis laporan bertajuk FWD Consumer Outlook Survey di Jakarta, Senin (13/4/2026). Laporan tersebut mengkaji kesejahteraan finansial, kekhawatiran, serta kesenjangan perlindungan di kalangan kelas menengah Asia pada berbagai generasi dan tahap kehidupan.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, mengatakan masyarakat Indonesia menghadapi tekanan finansial yang kian kompleks. Di sisi lain, terdapat kecenderungan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan, namun banyak yang dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi implikasi finansial dari usia hidup yang lebih panjang di tengah meningkatnya biaya kesehatan.

Hasil survei menunjukkan kelas menengah di Indonesia cenderung berada dalam posisi berhati-hati secara finansial. Sekitar 66% responden menyatakan merasa stres, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah faktor disebut menjadi pemicu kondisi tersebut, yakni kenaikan biaya hidup (70%), ketidakpastian pendapatan (43%), serta tingginya biaya kesehatan (40%). Situasi ini mendorong masyarakat lebih memprioritaskan upaya menjaga stabilitas finansial dibandingkan mengejar pertumbuhan.

Laporan itu juga memetakan perbedaan kebutuhan dan kekhawatiran finansial antar generasi. Generasi Z (lahir 1996-2010) disebut berfokus pada upaya mencapai kemandirian finansial dengan dukungan proteksi yang sederhana dan terjangkau.

Sementara itu, Generasi Y (lahir 1981-1995) menghadapi tekanan sebagai sandwich generation karena menanggung biaya hidup keluarga inti dan keluarga besar, seperti orang tua dan saudara kandung, sekaligus mempertahankan penghasilan di tengah risiko inflasi.

Adapun Generasi X (lahir 1965-1980) memprioritaskan stabilitas jangka panjang serta menjaga kesejahteraan pada masa pensiun.

Survei ini melibatkan lebih dari 1.000 responden kelas menengah Indonesia berusia 21-65 tahun melalui survei online yang dilakukan pada Oktober 2025.