Perusahaan Telekomunikasi dan Industri Militer Vietnam (Viettel) menyatakan tengah membangun ekosistem kecerdasan buatan (AI) domestik guna memperkuat kemandirian pengembangan teknologi AI di dalam negeri, seiring AI yang kian membentuk arah masa depan ekonomi.
Viettel menegaskan posisinya dalam pengembangan dan pengoperasian sistem AI praktis di Vietnam dengan memanfaatkan infrastruktur AI NVIDIA berbasis platform NVIDIA DGX. Dari sisi infrastruktur, Viettel disebut sebagai salah satu perusahaan pertama di Vietnam dan Asia Tenggara yang berinvestasi dan mengoperasikan sistem NVIDIA DGX B200, yang saat ini diposisikan sebagai platform komputasi berkinerja tinggi.
Perusahaan ini mengoperasikan klaster yang terdiri dari 22 sistem NVIDIA DGX B200 dengan kemampuan pemrosesan hingga 1,5 ExaFLOPs. Viettel menyebut kemampuan tersebut memungkinkan pemrosesan data dalam jumlah besar sekaligus mengurangi waktu pelatihan model AI. Pengoperasian superkomputer di pusat data domestik juga diklaim memungkinkan Viettel menguasai seluruh siklus pengembangan AI, sembari memastikan data nasional diproses dengan tingkat keamanan dan kerahasiaan yang tinggi.
Berangkat dari fondasi infrastruktur tersebut, Viettel memfokuskan penelitian dan pengembangan pada model bahasa skala besar (large language model/LLM) untuk bahasa Vietnam. Upaya ini dilakukan melalui penguasaan dan kustomisasi arsitektur model open source NVIDIA Nemotron, dengan tujuan memahami bahasa, budaya, serta ketentuan hukum di Vietnam.
Viettel merujuk pada NVIDIA Nemotron 3 yang memiliki lebih dari 30 miliar parameter dan kemampuan memproses hingga satu juta token dalam konteks. Kemampuan ini dinilai dapat membantu sistem AI mengingat dan menghubungkan informasi secara lebih efektif, menghasilkan respons yang lebih realistis, serta meningkatkan penalaran kompleks dalam bahasa Vietnam.
Ke depan, Viettel menyatakan akan terus menerapkan versi generasi berikutnya dari Nemotron setelah diluncurkan resmi, dengan sasaran meningkatkan penalaran logis dan kemampuan menyelesaikan tugas multitasking secara lebih efektif.
Viettel juga menekankan pentingnya basis pengetahuan digital yang dipilih dan distandarisasi secara langsung oleh perusahaan. Pelatihan pada kumpulan data spesifik berbasis lokal disebut memungkinkan model tidak hanya memberikan informasi yang akurat, tetapi juga menangkap nuansa pemikiran dan konteks praktis masyarakat Vietnam.
Selain penguatan infrastruktur dan pengembangan model, tim NVIDIA Nemotron disebut berkolaborasi dengan Viettel melalui lokakarya teknis mendalam terkait AI berdaulat. Melalui kegiatan ini, tim teknik Viettel bertukar ide untuk mengoptimalkan metode pelatihan, penyempurnaan model, mempercepat riset, dan meningkatkan efektivitas penerapan AI.
Direktur Pusat Layanan Data dan Kecerdasan Buatan Viettel (Viettel AI) Nguyen Manh Quy menyatakan AI tidak hanya dipandang sebagai alat, melainkan infrastruktur penting seperti telekomunikasi. Ia menegaskan kerja sama dengan NVIDIA membantu Viettel mengakses platform teknologi terbaru, sementara tim teknik di Vietnam akan membangun, melatih, dan menguasai model AI untuk kebutuhan spesifik masyarakat Vietnam sebagai bagian dari target perusahaan membangun AI sendiri.