Pemerintah Vietnam mempercepat pelatihan sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi untuk mendukung pembangunan Pusat Keuangan Internasional Vietnam. Upaya ini ditandai dengan pembukaan Kursus Pelatihan Manajer Pusat Keuangan Internasional (IFCR03) di Kota Ho Chi Minh, Kamis pagi, 27 Februari, yang dihadiri Wakil Perdana Menteri Nguyen Hoa Binh selaku Ketua Eksekutif Pusat Keuangan Internasional Vietnam.
Kursus bertema “Merancang Produk Keuangan dan Menarik Modal Investasi di Pusat Keuangan Internasional” itu diselenggarakan Universitas Vietnam-Jerman (Vietnam-German University/VGU) dan dijadwalkan berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026. Materi pelatihan menitikberatkan pada perancangan produk keuangan khusus serta strategi menarik investasi, yang dinilai menjadi faktor kunci untuk meningkatkan daya saing Pusat Keuangan Internasional Vietnam di pasar global.
Program IFC di VGU disebut sebagai komponen penting dalam proyek pengembangan SDM berkualitas tinggi untuk Pusat Keuangan Internasional Vietnam. Program ini dibangun di atas tiga pilar, yakni pelatihan personel manajemen, pengembangan dan pembaruan pengetahuan mendalam, serta pengembangan program sarjana dan magister berstandar internasional di bidang keuangan, ekonomi, dan manajemen.
Pelatihan tersebut dikembangkan oleh tim ahli VGU bekerja sama dengan profesor dan pakar dari Republik Federal Jerman. Tujuannya membekali staf manajemen di bidang keuangan internasional dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis sesuai kebutuhan integrasi dan pembangunan pada era baru.
Peserta IFCR03 terdiri atas staf manajemen dari Pusat Keuangan Internasional di Kota Ho Chi Minh dan Da Nang, Bank Negara Vietnam, serta perwakilan dari sejumlah bank komersial. Kursus ini menjadi seri ketiga setelah IFCR01 dan IFCR02 yang sebelumnya memberikan dasar mengenai model kelembagaan, mekanisme operasional pusat keuangan, struktur pasar keuangan, serta isu stabilitas makroekonomi.
Sesi pertama pelatihan membahas tiga topik, yakni arsitektur pasar dan model operasional Pusat Keuangan Internasional (lanjutan), orientasi pembangunan pusat keuangan yang terkait pengembangan ekosistem perdagangan komoditas, serta analisis pelaku pasar dan motivasi mereka dalam memperdagangkan komoditas. Konten pelatihan juga diarahkan untuk menumbuhkan pola pikir perancangan produk keuangan berdasarkan prinsip-prinsip pasar dunia nyata yang terkait dengan kebutuhan mobilisasi dan alokasi sumber daya secara efisien.
Kursus ini diajarkan langsung oleh Hubertus Vaeth, CEO pendiri Frankfurt Main Finance dan Wakil Presiden pendiri Global Alliance of International Financial Centers, yang disebut memiliki pengalaman luas dalam mengoordinasikan dan memposisikan Frankfurt Financial Center di tingkat internasional.
Dalam pidato pembukaan, Nguyen Hoa Binh menyatakan Vietnam menghadapi peluang pembangunan baru setelah hampir empat dekade Doi Moi (Renovasi), dengan capaian signifikan dalam pertumbuhan, stabilitas makroekonomi, dan integrasi internasional. Menurutnya, reputasi negara meningkat, jaringan mitra strategis dan komprehensif terus berkembang, dan perekonomian semakin terhubung ke rantai nilai global.
Dalam konteks tersebut, keberhasilan pendirian dan pengoperasian Pusat Keuangan Internasional Vietnam diidentifikasi sebagai komponen strategis dalam transformasi model pertumbuhan. Ia menyebut pusat keuangan modern diharapkan memperkuat pasar modal, terhubung langsung dengan arus modal global, mendiversifikasi produk keuangan, mendorong keuangan hijau dan keuangan digital, serta mendukung proyek infrastruktur, teknologi, dan energi bersih sebagai bidang penting bagi pembangunan jangka panjang.
Nguyen Hoa Binh juga menekankan pembangunan Pusat Keuangan Internasional perlu didasarkan pada lima elemen inti, yakni konektivitas global, infrastruktur hukum yang stabil dan transparan, SDM berkualitas tinggi, kapasitas operasional dan tata kelola, serta ekosistem pendukung. Dalam kerangka itu, faktor manusia dinilai berperan penting untuk memastikan sistem berjalan aman dan efisien.
Terkait peran VGU ke depan, Nguyen Hoa Binh menguraikan tiga arah strategis. Universitas diminta terus mempromosikan model kerja sama pendidikan tinggi khusus antara Vietnam dan Eropa, menjadi pusat koneksi akademik, teknologi, dan kebijakan, serta berkontribusi pada pelatihan dan riset berkualitas tinggi guna memenuhi kebutuhan pembangunan baru negara.
Ia juga menyebut program pelatihan SDM untuk Pusat Keuangan Internasional perlu ditingkatkan dan diperluas ke bidang-bidang utama seperti kecerdasan buatan, big data, teknologi keuangan, energi, dan semikonduktor, dengan tujuan membangun pusat pelatihan keuangan dan STEM berkualitas tinggi di Vietnam berdasarkan standar Jerman. Selain itu, VGU diharapkan menjadi pelopor dalam membangun model keterkaitan erat antara universitas, dunia usaha, dan pemerintah agar pelatihan selaras dengan kebutuhan pasar dan efektif mendukung perencanaan kebijakan.
Setelah rangkaian program IFC, VGU dijadwalkan melaksanakan program mikro-kredensial selama 12 minggu yang berfokus pada keterampilan analisis kuantitatif mendalam di bidang keuangan dan ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan praktis pembangunan Pusat Keuangan Internasional di Vietnam.

