BERITA TERKINI
Vietnam–Kazakhstan Bahas Penguatan Kerja Sama Moneter dan Keuangan, Termasuk Fintech dan Pusat Keuangan

Vietnam–Kazakhstan Bahas Penguatan Kerja Sama Moneter dan Keuangan, Termasuk Fintech dan Pusat Keuangan

Vietnam dan Kazakhstan membahas penguatan kerja sama di sektor keuangan dan moneter dalam sebuah pertemuan yang turut menyoroti peluang perluasan kolaborasi ke bidang-bidang baru, seperti teknologi keuangan (fintech), perbankan digital, dan pengembangan pusat keuangan internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Timur Suleimenov menekankan persahabatan tradisional yang kian erat antara kedua negara di berbagai saluran, tingkatan, dan bidang, terutama sejak pembentukan Kemitraan Strategis. Ia juga memaparkan peran Bank Sentral Kazakhstan (NBK) dalam mengelola kebijakan moneter dengan sasaran menjaga inflasi tahunan sekitar 5% dalam jangka menengah guna memastikan stabilitas pasar keuangan dan harga.

Menurut Suleimenov, NBK menjalankan fungsi perumusan dan implementasi kebijakan moneter, memastikan berjalannya sistem pembayaran, mengatur dan mengendalikan nilai tukar, serta berkontribusi pada stabilitas sistem keuangan. NBK juga melakukan kegiatan statistik di bidang statistik moneter, statistik pasar keuangan, dan statistik sektor eksternal.

Suleimenov menambahkan, NBK berperan penting dalam pembentukan dan pengembangan Pusat Keuangan Internasional Astana (AIFC) yang disebut berkontribusi pada pembangunan ekonomi Kazakhstan. NBK menjadi salah satu lembaga kunci yang mendukung AIFC dalam membangun kerangka hukum dan kebijakan keuangan untuk menarik investasi internasional dan mengembangkan layanan keuangan di kawasan tersebut. AIFC juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang transparan, efisien, dan stabil, yang diawasi dan dilindungi oleh NBK.

Ia menyampaikan bahwa melalui reformasi dalam manajemen moneter dan keuangan, dukungan NBK turut mendorong AIFC berkembang dari sisi infrastruktur keuangan serta meningkatkan prestise dan peran Kazakhstan di peta keuangan global. Dalam kesempatan itu, Suleimenov juga menilai Vietnam memiliki peluang yang menguntungkan untuk berkembang menjadi pusat keuangan, seiring pertumbuhan ekonomi yang kuat dan hubungan dengan berbagai lembaga keuangan internasional.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Vietnam Nguyen Hoa Binh menginstruksikan Bank Negara Vietnam untuk berkoordinasi dengan Bank Sentral Kazakhstan guna mendorong penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) baru. MOU tersebut diharapkan memperluas cakupan kerja sama ke isu-isu yang belum tercakup dalam MOU lama yang ditandatangani pada 2012, termasuk fintech dan pusat keuangan internasional.

Dalam diskusi, kedua pihak juga membahas sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama, antara lain kebijakan pengendalian inflasi, pasar emas, fintech, perbankan digital, manajemen valuta asing, dan arus modal.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bank Negara Vietnam Pham Thanh Ha menyampaikan undangan dari Gubernur Bank Negara Vietnam kepada Gubernur Timur Suleimenov untuk mengunjungi Vietnam pada pertemuan Komite Antar Pemerintah tentang Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ilmiah dan Teknologi yang dijadwalkan pada Juni 2026. Kunjungan tersebut ditujukan untuk penandatanganan MOU setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan.

Masih pada 1 Februari, Nguyen Hoa Binh juga mengunjungi dan berbincang dengan staf Kedutaan Besar Vietnam di Kazakhstan. Ia menyampaikan informasi mengenai capaian sosial-ekonomi, situasi politik dan luar negeri Vietnam, serta peristiwa nasional penting yang baru terjadi, yakni keberhasilan penyelenggaraan Kongres Nasional Partai Komunis Vietnam ke-14. Kongres itu disebut menetapkan strategi dan pedoman untuk mendorong terobosan pembangunan pada masa jabatan baru.

Pertemuan dengan Gubernur Bank Sentral Kazakhstan menutup rangkaian kegiatan Nguyen Hoa Binh selama kunjungan kerjanya ke Kazakhstan pada 1–3 Februari.