Presiden Prabowo menandatangani Piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Seusai penandatanganan itu, Prabowo menyatakan optimisme bahwa forum tersebut dapat mendekatkan Palestina ke arah perdamaian.
Dalam pernyataannya, Prabowo juga menyinggung perkembangan yang disebutnya positif di wilayah konflik Gaza, antara lain dengan menyebut bantuan kemanusiaan semakin banyak masuk ke wilayah tersebut.
Dr Otong Sulaeman, Rektor STAI Sadra Jakarta, menilai masuknya bantuan kemanusiaan memang patut disyukuri karena menyangkut kebutuhan mendesak warga yang terluka dan kelaparan. Ia menekankan bahwa tidak ada nurani yang menolak bantuan berupa makanan, obat-obatan, tenda, maupun air bersih bagi mereka yang terdampak.
Namun, ia mengingatkan adanya kegelisahan terkait cara membaca realitas konflik Palestina apabila bantuan kemanusiaan diperlakukan sebagai tanda bahwa perdamaian sedang mendekat. Menurutnya, pada titik itulah “alarm moral” seharusnya berbunyi.
Otong mempertanyakan apakah bangsa ini keliru memahami makna damai dan apakah kebijakan luar negeri Indonesia bergerak ke arah yang terlalu dangkal dan simbolik. Ia mengingatkan bahwa sejarah pernah menunjukkan gelombang optimisme serupa, merujuk pada Perjanjian Oslo pada 1993 yang kala itu juga disambut harapan besar.

