BERITA TERKINI
UNTR Siapkan Buyback Rp 2 Triliun, Saham ASII dan UNTR Menguat pada Sesi I

UNTR Siapkan Buyback Rp 2 Triliun, Saham ASII dan UNTR Menguat pada Sesi I

JAKARTA — Saham PT Astra International Tbk (ASII) dan anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR), menguat pada perdagangan intraday sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/1/2025). Penguatan keduanya turut menopang rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik lebih dari 50 poin.

Berdasarkan data BEI hingga pukul 09.32 WIB, saham ASII naik 3,03% ke level Rp 6.800. Sementara itu, saham UNTR menguat 1,19% menjadi Rp 27.525. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah saham lain dalam grup Astra, antara lain ASGR, AUTO, dan AALI.

Rebound saham UNTR antara lain didorong pengumuman perseroan mengenai rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran Rp 2 triliun. Program buyback tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 22 Januari 2025 hingga 15 April 2026.

Sebelumnya, pada perdagangan sehari sebelumnya, saham ASII turun 9,28% atau 675 poin ke level Rp 6.600. Meski melemah, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) saham ASII senilai Rp 172 miliar. Tekanan juga terjadi pada UNTR yang melemah 14,93% atau 4.775 poin ke posisi Rp 27.200.

UNTR juga disebut telah mengalokasikan dana Rp 2 triliun untuk buyback sebanyak 68,51 juta saham pada periode Oktober 2025 hingga pertengahan Januari 2026.

Dari sisi teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai saham ASII masih memiliki peluang pergerakan jangka pendek. Ia menyebut ASII direkomendasikan trading buy dengan area support Rp 6.425 dan resistance Rp 6.650, dengan target Rp 6.800–6.925. Adapun untuk UNTR, ia menyarankan wait and see dengan support Rp 27.125 dan resistance Rp 27.475.

Di sisi lain, manajemen PT Agincourt Resources turut menanggapi kabar pencabutan izin yang beredar. Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menyatakan perseroan baru mengetahui informasi tersebut melalui pemberitaan media.

“Hingga kini Perseroan belum bisa memberikan komentar mengingat belum menerima pemberitahuan resmi dan detail terkait keputusan tersebut,” tulis Katarina. Ia menegaskan perseroan menghormati keputusan pemerintah dan akan menjaga hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku, serta menyatakan komitmen perusahaan terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan kepatuhan pada peraturan.