BERITA TERKINI
United Tractors Bidik Penjualan 4.300–4.500 Alat Berat pada 2026, Antisipasi Pemangkasan RKAB Tambang

United Tractors Bidik Penjualan 4.300–4.500 Alat Berat pada 2026, Antisipasi Pemangkasan RKAB Tambang

PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan penjualan alat berat sebanyak 4.300–4.500 unit pada 2026. Emiten Grup Astra ini memetakan tantangan dan peluang yang diperkirakan memengaruhi industri alat berat sepanjang tahun depan, terutama terkait rencana pemerintah memangkas Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan.

Corporate Secretary United Tractors, Ari Setiyawan, mengatakan pemangkasan RKAB pada 2026 berpotensi menurunkan target produksi komoditas tambang, khususnya batubara. Kondisi tersebut diperkirakan akan berdampak pada prospek penjualan alat berat, terutama untuk segmen big machine yang banyak digunakan di area pertambangan.

Ari memproyeksikan penjualan big machine United Tractors pada tahun ini turun menjadi sekitar 900–950 unit. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu komposisi penjualan big machine berada di kisaran 1.050–1.100 unit.

Meski demikian, Ari menilai sektor pertambangan masih akan menjadi pasar dominan bagi bisnis alat berat United Tractors. Ia menyebut proyeksi penjualan alat berat Komatsu ke sektor pertambangan diperkirakan tetap menjadi yang terbesar, dengan pembelian pada 2026 sebagian besar untuk kebutuhan pergantian alat (replacement).

Di tengah potensi penurunan kontribusi dari sektor pertambangan, United Tractors melihat peluang pertumbuhan permintaan dari sektor konstruksi dan perkebunan. Menurut Ari, pendorongnya antara lain realisasi pembangunan infrastruktur serta kebutuhan perkebunan yang berkaitan dengan pengembangan proyek food estate.

Hingga kuartal III-2025, sektor pertambangan menyumbang 63% dari total penjualan alat berat United Tractors yang mencapai 3.653 unit. Kontribusi sektor lainnya adalah perkebunan 14%, konstruksi 13%, dan kehutanan 10%.

Sebelumnya, pada tahun lalu, United Tractors memangkas target penjualan alat berat dari 4.600 unit menjadi 4.500 unit. Ari menyampaikan realisasi penjualan alat berat 2025 masih dalam proses finalisasi, namun indikasinya sesuai dengan target.