Sebanyak 670 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) dan 24 mahasiswa penerima beasiswa Afirmasi Dikti mengikuti kegiatan pembekalan di Auditorium Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (2/12). Pembekalan ini ditujukan untuk memotivasi mahasiswa agar menempuh pendidikan tepat waktu, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan pembekalan tersebut penting untuk membangun literasi finansial mahasiswa agar mampu mengelola bantuan pendidikan secara bijak dan tidak terjebak pengeluaran konsumtif. Ia mengatakan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pendampingan berkelanjutan bagi penerima beasiswa.
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa konsistensi negara dalam menyediakan bantuan pendidikan merupakan amanat konstitusi yang perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Menurutnya, beasiswa bukan sekadar fasilitas, melainkan tanggung jawab moral yang harus dijaga. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menggunakan beasiswa untuk hal-hal yang merusak, serta mendorong pemanfaatan ilmu untuk kepentingan masyarakat.
Arie juga mendorong mahasiswa tetap aktif berorganisasi, mengembangkan kemampuan di luar kelas, dan menjaga karakter sebagai mahasiswa UGM yang kritis dan adaptif.
Materi literasi keuangan disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Sekolah Vokasi UGM, Dr. Leo Indra Wardhana, S.E., M.Sc., CFP. Ia menyoroti tantangan finansial mahasiswa di tengah budaya Fomo dan Yolo serta godaan konsumsi digital. Ia mengingatkan perilaku konsumtif, penggunaan paylater, dan pinjaman online dapat memicu masalah keuangan serius, termasuk karena tingginya bunga pinjaman.
Dalam pembekalan itu, ia juga memaparkan strategi mengelola dana beasiswa enam bulanan, antara lain menyusun anggaran realistis, memisahkan rekening pengeluaran, mengunci saldo tabungan, serta menetapkan batasan uang mingguan untuk mengurangi risiko dana habis di awal periode.
Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua Tim Kerja KIP Kuliah dan ADik dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Muni Ika, M.Pd. Ia menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan agenda penting pembangunan nasional dan mahasiswa penerima beasiswa memiliki peran strategis dalam peningkatan daya saing bangsa.
Menutup pembekalan, Muni menyampaikan empat prinsip untuk menjalankan studi, yakni komitmen, kontributif, kolaboratif, dan adaptif. Ia menekankan komitmen untuk lulus tepat waktu dan meraih IPK yang baik, serta pentingnya kolaborasi dalam mencapai kesuksesan.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan seremoni penyerahan kartu identitas KIPK kepada dua perwakilan mahasiswa penerima. Melalui pembekalan ini, UGM berharap penerima beasiswa dapat menjalani studi dengan integritas, menjaga kepercayaan negara, serta memaksimalkan kesempatan pendidikan untuk menjadi generasi muda yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat.

