BERITA TERKINI
Transjakarta Perluas Layanan Transjabodetabek Sejak Mei 2025, Jangkau Bekasi hingga Bogor

Transjakarta Perluas Layanan Transjabodetabek Sejak Mei 2025, Jangkau Bekasi hingga Bogor

Transjakarta menghadirkan layanan baru bertajuk Transjabodetabek yang mulai beroperasi sejak Mei 2025. Ekspansi ini memperluas jangkauan layanan dari wilayah penyangga Jakarta, termasuk rute yang menghubungkan Bekasi hingga Bogor, dan diposisikan sebagai alternatif mobilitas bagi warga yang beraktivitas harian di ibu kota dengan tarif terjangkau.

Peluncuran Transjabodetabek disambut pengguna, terutama kalangan pekerja yang melakukan perjalanan rutin menuju Jakarta. Kehadiran layanan lintas wilayah ini dinilai memberi pilihan transportasi umum tambahan untuk perjalanan antarkota di kawasan Jabodetabek.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta 2025 mencatat jumlah penumpang MRT Jakarta pada April 2025 mencapai 3.258.454 orang, LRT Jakarta 95.011 orang, dan Transjakarta 29.757.421 orang. Pada sektor transportasi laut, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok tercatat 26.848 orang, dengan 2,89 juta ton barang dimuat selama April 2025. Sementara dari Bandara Halim Perdanakusuma, jumlah pengguna pesawat yang berangkat mencapai 132.078 orang, dengan 4,75 ribu ton barang dimuat pada periode yang sama.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melaporkan adanya peningkatan volume penumpang pada tiga moda transportasi—Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta—pada September 2025. Untuk Transjakarta, jumlah penumpang tercatat 36,44 juta orang, naik 12,48% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding periode sebelumnya 32,39 juta orang. Secara bulanan (month-to-month/mtm), volume penumpang Transjakarta meningkat 2,86% dari Agustus 2025 yang tercatat 35,43 juta orang.

Sejumlah rute Transjabodetabek yang diperkenalkan pada April–Juni 2025 meliputi S61 Alam Sutera–Blok M, P11 Bogor–Blok M, T31 PIK 2–Blok M, dan B41 Cawang Sentral–Vida Bekasi. Pemprov DKI menyebut peningkatan penumpang tersebut terjadi setelah peluncuran trayek Transjabodetabek beberapa bulan sebelumnya, yang dinilai mendorong minat perjalanan antarkota.

Gubernur Jakarta Pramono Anung, saat peresmian koridor Transjabodetabek T31 PIK 2–Blok M, menyatakan kehadiran rute baru ini merupakan langkah untuk mendorong warga beralih menggunakan transportasi umum. Ia juga menyinggung potensi keterkaitan layanan tersebut dengan sektor ekonomi dan pariwisata, termasuk kemudahan akses menuju destinasi hiburan.

“Saya meyakini ini akan menjadi satu hal yang baru supaya masyarakat juga dari mana pun bisa melihat salah satu masa depan bangsa ini. Daerah yang tertata rapi seperti yang kita lihat saat ini disini,” ujar Pramono.

Koridor T31 PIK 2–Blok M disebut memiliki prospek karena melintasi kawasan strategis, mulai dari PIK 2, Jalan Tol Dalam Kota, pusat bisnis SCBD, hingga berakhir di Blok M. Rute ini diharapkan dapat mendukung akses wisatawan yang berkunjung ke PIK 2 maupun PIK 1.

Ekspansi Transjakarta melalui Transjabodetabek diproyeksikan bukan hanya memperluas pilihan mobilitas lintas kota, tetapi juga mendorong peralihan ke transportasi umum sebagai bagian dari upaya mengurangi kemacetan. Peluncuran layanan ini juga digambarkan sebagai bentuk kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah daerah sekitar dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi. Ke depan, layanan Transjabodetabek diarahkan untuk menjaga konsistensi minat pengguna sekaligus meningkatkan mutu pelayanan agar keamanan dan kepercayaan publik terhadap transportasi umum tetap terjaga.