Harga XRP berada di sekitar US$1,36 setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa waktu terakhir. Namun, sejumlah data on-chain menunjukkan kemunculan kembali tiga sinyal yang sebelumnya terlihat menjelang reli besar pada akhir 2024.
Pada periode tersebut, XRP tercatat melesat dari sekitar US$0,5 pada November 2024 menjadi US$3,4 pada Januari 2025. Kenaikan tajam itu dikaitkan dengan kombinasi lonjakan arus masuk token ke bursa (exchange inflow) dan menyempitnya likuiditas pasar.
Analis akun X @Xaif_Crypto menyoroti peningkatan exchange inflow XRP dalam beberapa pekan terakhir. Pola serupa sempat muncul pada Oktober hingga November 2024, ketika inflow harian melonjak hingga 15,12 miliar XRP pada 20 Oktober 2024. Pada 23 November 2024, inflow juga tercatat mencapai 10,345 miliar XRP.
Menariknya, pada fase sebelumnya, lonjakan inflow tersebut tidak langsung memicu penurunan harga. Volatilitas justru meningkat dan harga bergerak naik, sehingga arus masuk ke bursa pada saat itu dipandang sebagai bagian dari struktur menuju breakout. Kondisi saat ini dinilai mulai memperlihatkan kemunculan kembali pola inflow besar, meski secara umum inflow kerap diasosiasikan dengan potensi tekanan jual.
Sinyal kedua datang dari likuiditas USD di pool automated market maker (AMM) pada XRPL yang menyusut. Menjelang reli 2024, likuiditas USD turun dari kisaran US$2,5–US$2,6 juta pada Oktober 2024 menjadi sekitar US$1,5–US$2,5 juta pada November 2024. Data terbaru menunjukkan likuiditas harian berada di kisaran US$1,9–US$2,1 juta pada Februari 2026.
Penyempitan likuiditas berarti kedalaman pasar menjadi lebih tipis, sehingga pergerakan harga dapat menjadi lebih tajam ke dua arah karena volume relatif kecil bisa menggeser harga secara signifikan.
Sinyal ketiga adalah kompresi likuiditas XRP di AMM. Pada Agustus hingga September 2024, likuiditas berada di sekitar 5,8 juta XRP, lalu turun menjadi 1,5 juta XRP pada November 2024 sebelum harga melonjak. Pada Februari 2026, likuiditas rata-rata dilaporkan berada di sekitar 1,385 juta XRP per hari, yang dinilai menyerupai struktur menjelang breakout sebelumnya.
Secara keseluruhan, XRP kini memperlihatkan tiga pola yang mirip dengan fase sebelum reli besar 2024: lonjakan exchange inflow, penyempitan likuiditas USD, dan kompresi likuiditas XRP. Meski konfigurasi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas, arah pergerakan harga tetap memerlukan konfirmasi dari dinamika pasar dan perkembangan sentimen berikutnya.

