BERITA TERKINI
IHSG Ditutup Menguat 0,50 Persen ke Level 8.322

IHSG Ditutup Menguat 0,50 Persen ke Level 8.322

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu sore, 25 Februari 2026, di zona hijau setelah bergerak fluktuatif sejak sesi pembukaan. Berdasarkan data RTI, IHSG naik 41,394 poin atau 0,50 persen ke posisi 8.322,227.

IHSG dibuka di level 8.318,145. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level terendah 8.259 dan tertinggi 8.373.

Dari sisi aktivitas transaksi, total volume saham yang diperdagangkan mencapai 51,740 miliar dengan nilai transaksi Rp28,807 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.940,786 triliun, dengan frekuensi transaksi 2.841.654 kali.

Pergerakan saham pada penutupan perdagangan menunjukkan 336 saham menguat, 335 saham melemah, dan 146 saham stagnan.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyampaikan IHSG pada perdagangan hari ini akan mencoba menembus (break) resistance kuat di level 8.450. Namun, ia mengingatkan peluang koreksi terbatas masih terbuka apabila indeks belum mampu bertahan di atas level tersebut.

“Tapi hati-hati jika belum break di atas level tersebut, IHSG masih memiliki peluang koreksi terbatas. Diperkirakan support IHSG 8.320-8.350 dan resist IHSG 8.450-8.500,” kata Fanny dalam analisis hariannya.

Dalam catatan perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup naik 1,5 persen dan disertai net buy asing Rp1,1 triliun. Saham yang paling banyak dibeli investor asing adalah BBRI, BMRI, ANTM, TINS, dan TLKM.

Dari pasar global, indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa, didorong kenaikan kuat sektor teknologi, sementara investor menanti laporan pendapatan Nvidia. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 370,44 poin atau 0,76 persen menjadi 49.174,5. Indeks S&P 500 bertambah 52,32 poin atau 0,77 persen menjadi 6.890,07. Indeks Nasdaq Composite meningkat 236,41 poin atau 1,04 persen menjadi 22.863,68.

Sementara itu, pasar saham Asia bervariasi pada Senin (23/2) ketika dolar AS melemah seiring investor menunggu kejelasan kebijakan tarif AS. Sentimen juga dibayangi kinerja raksasa chip AI, Nvidia, yang dinilai akan menguji optimisme terhadap kenaikan sektor kecerdasan buatan pada pekan ini.