Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu sore (25/2). IHSG naik 41,394 poin atau 0,50% ke level 8.322,227, setelah dibuka menguat di level 8.342,599.
Penguatan ini mencerminkan rebound IHSG setelah mengalami koreksi signifikan pada perdagangan sebelumnya. Sepanjang hari, pergerakan indeks sempat menguat lebih tinggi sebelum bergerak terbatas hingga penutupan.
Pada awal perdagangan, IHSG naik 61,776 poin atau 0,75% ke 8.342,599. Indeks LQ45 juga menguat 3,410 poin atau 0,41% ke 841,040. Menjelang siang, IHSG tercatat naik 49,296 poin atau 0,60% ke 8.330,129, sementara LQ45 menguat 0,99% atau 8,270 poin ke 845,900.
Hingga penutupan, LQ45 berakhir naik 0,80% atau 6,720 poin ke level 844,350. Dari sisi pergerakan saham, tercatat 336 saham naik, 335 saham turun, dan 146 saham tidak bergerak.
Di kawasan Asia, bursa regional pada sore hari terpantau cenderung menguat. Nikkei menguat 2,20% dan Hang Seng naik 0,66%. Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh meredanya kekhawatiran terkait potensi disrupsi bisnis dari AI, serta mencermati pergerakan Wall Street yang sebelumnya bangkit menguat setelah koreksi.
Di pasar valuta asing, rupiah menguat terhadap dolar AS. Kurs rupiah naik 0,24% atau 40 poin ke level Rp 16.780, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.820. Pergerakan ini terjadi seiring dolar AS di pasar uang Asia yang menurun setelah naik pada sesi global sebelumnya, dengan investor turut mencermati perkembangan kebijakan tarif AS pascapembatalan dari Supreme Court (MA) Amerika serta meningkatnya tensi geopolitik Iran.
Menurut analisis Vibiz Research Center, IHSG berpotensi melanjutkan fase konsolidasi dengan bias menguat, mengacu pada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan disebut berada di level 8.596 dan 8.980, sementara support berada di 7.861 dan 7.712 apabila terjadi tekanan jual.

