BERITA TERKINI
TBS Energi Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp500 Miliar, Kupon Tertinggi 8,65%

TBS Energi Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp500 Miliar, Kupon Tertinggi 8,65%

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) kembali mencari pendanaan melalui pasar modal untuk membiayai kebutuhan refinancing atas obligasi yang akan jatuh tempo. Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan target dana sebesar Rp500 miliar, sebagaimana disampaikan dalam prospektus perusahaan.

Penerbitan surat utang ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama, dengan total target penghimpunan dana hingga Rp800 miliar.

Obligasi tahap ini ditawarkan dalam tiga seri dengan tenor dan tingkat bunga tetap yang berbeda. Seri A memiliki jumlah pokok Rp100 miliar dengan tenor 3 tahun dan kupon 7,25% per tahun. Seri B ditawarkan sebesar Rp175 miliar dengan tenor 5 tahun dan kupon 8,00% per tahun. Sementara itu, Seri C sebesar Rp225 miliar dengan tenor 7 tahun dan kupon 8,65% per tahun.

Mayoritas dana hasil penerbitan obligasi direncanakan untuk pembayaran utang. Perseroan menyebutkan sebesar Rp400,93 miliar akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 Seri A yang jatuh tempo pada 3 Maret 2026. Pelunasan lebih awal tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

Selain untuk pembayaran utang, sebagian dana juga dialokasikan untuk ekspansi melalui anak usaha. TBS menganggarkan Rp46,39 miliar sebagai setoran modal kepada PT Trisensa Mineral Utama (TMU), yang akan digunakan sebagai modal kerja pertambangan batubara. Adapun sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja perseroan, termasuk untuk kebutuhan operasional rutin.

Dalam penerbitan ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA (Single A). Perseroan menunjuk PT Sucor Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sementara itu, PT Bank Mega Tbk ditetapkan sebagai wali amanat.

Masa penawaran umum obligasi dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari 2026. Penjatahan direncanakan pada 20 Januari 2026, dan obligasi ini ditargetkan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Januari 2026.

Di sisi kinerja, kondisi keuangan TBS Energi Utama tercatat sedang tertekan. Per 30 September 2025, pendapatan perseroan turun 14,4% menjadi US$288,2 juta, yang terutama dipengaruhi penurunan rata-rata harga dan volume penjualan batubara. Perseroan juga membukukan rugi tahun berjalan sebesar US$127,88 juta per September 2025, berbalik dari laba US$54,42 juta pada periode yang sama tahun 2024.