Isu ekonomi menjadi perhatian utama masyarakat global pada 2025. Berdasarkan temuan World Governments Summit 2026 yang bekerja sama dengan Gallup, sebanyak 23% responden menyebut ekonomi sebagai masalah paling mendesak di negara mereka.
Angka tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap daya beli, inflasi, serta ketidakpastian ekonomi global yang dinilai berdampak pada kehidupan sehari-hari. Selain kondisi ekonomi secara umum, persoalan pekerjaan atau ketenagakerjaan juga menonjol, dengan 10% responden menempatkannya sebagai isu paling mendesak.
Di urutan berikutnya, isu politik—yang mencakup pemerintah, korupsi, dan pajak—mendapat porsi 8%. Sementara isu keamanan, seperti kejahatan, kekerasan, perang, konflik, dan keamanan publik, berada di posisi selanjutnya dengan 7%. Kedua isu ini menggambarkan perhatian publik terhadap stabilitas sosial dan pemerintahan yang turut memengaruhi kepercayaan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Sejumlah isu lain tercatat memiliki tingkat urgensi lebih rendah, namun tetap dianggap signifikan. Masalah makanan dan tempat tinggal (termasuk kelaparan, ketersediaan tempat tinggal, dan listrik), isu sosial (rasisme, diskriminasi, kemiskinan), lingkungan (polusi, perubahan iklim), serta kesehatan (biaya dan kualitas layanan kesehatan) masing-masing berada di angka 3%.
Adapun isu edukasi memperoleh 2%, sementara imigrasi menjadi isu dengan tingkat perhatian paling rendah, yakni 1%.
Survei ini dilakukan di 107 negara pada periode Maret hingga Oktober 2025, melibatkan responden berusia di atas 15 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon atau survei tatap muka terhadap sekitar 1.000 responden di setiap negara, dengan margin of error berkisar 2,4% hingga 4,7% pada tingkat keyakinan 95%.