BERITA TERKINI
Sorotan Ekonomi Dunia 27 Februari 2026: FTA UE–Mercosur, Tekanan Pasar Smartphone, hingga Pinjaman IMF untuk Ukraina

Sorotan Ekonomi Dunia 27 Februari 2026: FTA UE–Mercosur, Tekanan Pasar Smartphone, hingga Pinjaman IMF untuk Ukraina

Sejumlah perkembangan ekonomi global pada 27 Februari 2026 mencakup kebijakan perdagangan Uni Eropa, proyeksi pelemahan pasar smartphone, langkah stabilisasi nilai tukar oleh bank sentral China, dukungan pembiayaan IMF untuk Ukraina, serta rencana pendanaan Bank Pembangunan Asia (ADB) bagi Indonesia.

Di Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan Uni Eropa (UE) akan menerapkan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan Pasar Bersama Selatan (Mercosur) secara sementara, sembari menunggu putusan dari Pengadilan Tinggi terkait legalitas perjanjian tersebut. Langkah ini diambil setelah pemerintah Argentina dan Uruguay secara resmi meratifikasi perjanjian pada 26 Februari. Kebijakan UE ini tetap ditempuh meski mendapatkan penentangan keras dari pemerintah Prancis.

Dari sektor teknologi, laporan terbaru International Data Corporation (IDC) memperingatkan potensi guncangan besar di pasar smartphone global pada 2026, dipicu krisis pasokan memori. IDC memperkirakan pengiriman smartphone dunia akan turun 12,9% menjadi 1,12 miliar unit pada 2026. Proyeksi itu disebut sebagai penurunan tahunan terbesar yang pernah tercatat dan berpotensi membawa total pengiriman ke level terendah dalam lebih dari 10 tahun.

Sementara itu, China mengambil langkah untuk menahan laju apresiasi yuan. Pada 27 Februari, Bank Rakyat China (PBoC) menyatakan akan menyesuaikan peraturan guna memperlambat penguatan yuan yang cepat dengan mendorong permintaan dolar AS (USD) di pasar derivatif. PBoC mengumumkan penurunan rasio “cadangan risiko valuta asing” bagi lembaga keuangan saat membeli mata uang asing melalui kontrak berjangka dari 20% menjadi 0%, efektif mulai 2 Maret. Kebijakan ini pada dasarnya menurunkan biaya lindung nilai dan diharapkan mendorong pelaku usaha serta lembaga keuangan meningkatkan permintaan pembelian USD berjangka.

Di sisi pembiayaan internasional, Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui paket pinjaman sebesar 8,1 miliar dolar AS untuk Ukraina dan akan mencairkan sekitar 1,5 miliar dolar AS segera. Persetujuan ini datang beberapa hari setelah Ukraina memperingati ulang tahun keempat konfliknya dengan Rusia. Program baru berdurasi 48 bulan ini menggantikan program sebelumnya dan ditujukan untuk membantu Ukraina menjaga stabilitas ekonomi ketika konflik memasuki tahun kelima.

Untuk Indonesia, ADB mengumumkan rencana pendanaan pada 2026 diperkirakan sekitar 2,7 miliar dolar AS. Menurut Direktur Negara ADB untuk Indonesia, Bapak Alimov, pendanaan tahun ini akan memprioritaskan pengembangan komprehensif sektor keuangan, penguatan tata kelola regional, percepatan transisi energi berkelanjutan, serta konservasi ekosistem laut. ADB menilai area tersebut sebagai kunci dalam mendukung Indonesia mencapai tujuan pembangunan jangka panjang.