BERITA TERKINI
SKK Migas Luncurkan Program Crossposting Pegawai dengan KKKS untuk Tingkatkan Kompetensi

SKK Migas Luncurkan Program Crossposting Pegawai dengan KKKS untuk Tingkatkan Kompetensi

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meluncurkan program crossposting antarpegawai antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Program ini ditujukan untuk mendorong peningkatan kompetensi pegawai kedua pihak sekaligus memperkuat kolaborasi di sektor hulu migas.

Peluncuran program crossposting hulu migas dilakukan secara resmi oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Jakarta pada 11 Oktober, ditandai dengan penyematan kartu identitas kepada pegawai SKK Migas dan KKKS yang mengikuti program tersebut. Dalam kesempatan yang sama, SKK Migas juga menandatangani kerja sama dengan Pertamina Hulu Energi terkait pelaksanaan crossposting di lingkungan Subholding Upstream Pertamina.

Acara ini dihadiri jajaran manajemen SKK Migas, antara lain Shinta Damayanti, Benny Lubiantara, Wahju Wibowo, Kurnia Chaeri, Rudi Satwiko, dan Eko Indra Heri. Sejumlah pimpinan KKKS turut hadir, di antaranya dari Pertamina Hulu Energi, Medco Energy, BP Berau, Petronas, Mubadala Eni, dan Harbour Energy.

Dwi Soetjipto menyatakan program crossposting merupakan bagian dari upaya transformasi untuk membuat hulu migas lebih kompetitif dan lincah dalam merespons tantangan. Ia menyinggung dinamika global, termasuk dampak konflik Rusia-Ukraina dan potensi tantangan baru dari konflik Israel-Palestina bagi industri hulu migas.

Ia juga mengingatkan potensi resesi yang dapat menurunkan konsumsi energi sehingga berpengaruh pada kemungkinan turunnya harga minyak dunia. Selain itu, industri hulu migas disebut perlu menghadapi isu lingkungan yang berpotensi meningkatkan biaya investasi.

Menurut Dwi, berbagai perkembangan tersebut telah diantisipasi melalui rencana dan strategi Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0 yang disusun pada 2019. Ia menyebut objektif pertama strategi itu adalah meningkatkan produksi migas, kemudian meningkatkan multiplier effect, serta mendorong lingkungan berkelanjutan.

Melalui crossposting, SKK Migas berharap semangat kolaborasi dan komunikasi antara SKK Migas dan KKKS dapat semakin kuat. Dwi menyampaikan harapannya agar program ini menjadi salah satu pengungkit penting dalam peningkatan investasi dan aktivitas hulu migas di Indonesia.

Program crossposting juga diharapkan memberi ruang bagi pekerja untuk mengoptimalkan dan mengembangkan kompetensi melalui benchmarking di lingkungan kerja SKK Migas maupun KKKS. Dengan cara itu, peserta diharapkan mampu mencari solusi dan perbaikan sistem atas tantangan serta hambatan yang selama ini terjadi.

Dwi menjelaskan penugasan pegawai SKK Migas di KKKS dimaksudkan agar pegawai memahami kondisi nyata di lapangan. Sebaliknya, penempatan pegawai KKKS di SKK Migas ditujukan agar mereka memahami arah dan strategi di tingkat regulator dalam mengelola industri hulu migas. Ia berharap, setelah kembali ke institusi masing-masing, peserta dapat mendorong percepatan proses di tempat kerja mereka.

Dalam pernyataannya, Dwi menyinggung perubahan cara pandang terhadap proyek hulu migas yang sebelumnya kerap dipersepsikan mahal dan memakan waktu lama. Ia menyebut transformasi yang berjalan antara lain tercermin pada target salah satu penemuan giant discovery dunia di Geng North yang diarahkan dapat onstream dalam 2–3 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Wiko Migantoro menyampaikan apresiasi atas program yang diinisiasi SKK Migas, termasuk crossposting. Ia mengatakan SKK Migas dan KKKS memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan produksi migas nasional, meski dengan peran yang berbeda.

Wiko menilai crossposting penting di tingkat wilayah kerja, termasuk untuk membuat pembahasan work program & budget (WPnB) lebih efektif dan efisien. Ia juga berharap ke depan crossposting dapat dilakukan hingga tingkat subholding upstream Pertamina Hulu Energi, karena dinilai dapat membawa pengalaman dan perspektif tersendiri, termasuk terkait regulasi.