BERITA TERKINI
Sinar Eka Selaras Bidik Pertumbuhan Kinerja 2026, Perkuat Ritel dan Pengembangan Xpeng

Sinar Eka Selaras Bidik Pertumbuhan Kinerja 2026, Perkuat Ritel dan Pengembangan Xpeng

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) menargetkan pertumbuhan kinerja yang positif pada 2026. Direktur Utama ERAL Djohan Sutanto menyatakan optimisme perusahaan terhadap prospek bisnis tahun ini, dengan catatan kondisi makroekonomi dan geopolitik global tetap stabil.

Djohan menilai, dengan asumsi stabilitas ekonomi dan geopolitik tersebut, kinerja bisnis ERAL masih berpeluang tumbuh positif sepanjang 2026. Ia juga menegaskan perusahaan menyiapkan sejumlah rencana bisnis agar seluruh segmen usaha dapat mencatatkan pertumbuhan.

Meski demikian, manajemen belum memaparkan target fundamental perusahaan, baik dari sisi laba maupun pendapatan untuk 2026. Untuk segmen otomotif, khususnya merek kendaraan listrik Xpeng, ERAL juga belum mengungkapkan target pemesanan kendaraan atau surat pemesanan kendaraan (SPK) tahun ini.

Djohan menyebut ERAL akan terus memperkuat strategi pengembangan Xpeng. Perusahaan berencana melanjutkan investasi pada merek tersebut melalui perluasan aktivitas pemasaran dan promosi secara aktif kepada calon pelanggan. Selain itu, ERAL juga menargetkan penambahan jumlah dealer Xpeng di sejumlah kota di Indonesia untuk mendekatkan produk kepada konsumen dan mendukung pertumbuhan penjualan ke depan.

Dalam kinerja hingga September 2025, pendapatan ERAL tercatat tumbuh 25,11% menjadi Rp 4,29 triliun, dibandingkan Rp 3,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih perusahaan justru turun 20,55% menjadi Rp 124,98 miliar dari Rp 157,32 miliar pada periode yang sama 2024.

Di sisi lain, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo memproyeksikan kinerja ERAL pada 2026 tetap tumbuh moderat. Ia menilai pendorong utama berasal dari ekspansi jaringan ritel, penguatan omnichannel, serta kontribusi diversifikasi produk di luar gadget. Namun, laju pertumbuhan laba diperkirakan lebih konservatif seiring fokus efisiensi dan normalisasi permintaan setelah pemulihan konsumsi.

Menurut Azis, sentimen pendukung kinerja ERAL pada 2026 antara lain ekspansi gerai yang terukur, penetrasi segmen lifestyle dan wearables, serta potensi pertumbuhan bisnis baru seperti kendaraan listrik. Sementara itu, sentimen pemberat mencakup tekanan margin akibat biaya operasional ritel, fluktuasi daya beli masyarakat, serta persaingan ketat di industri ritel elektronik dan gaya hidup.

Khusus segmen otomotif, terutama kendaraan listrik, Azis menilai lini bisnis ini masih prospektif pada 2026 seiring tren adopsi EV yang meningkat dan dukungan ekosistem. Meski begitu, dalam jangka pendek kontribusinya terhadap laba ERAL diperkirakan masih terbatas dan lebih menjadi opsi pertumbuhan untuk jangka menengah hingga panjang.

Azis merekomendasikan trading buy saham ERAL dengan target harga Rp 356 per saham hingga Rp 360 per saham.