Rilis data pekerjaan Amerika Serikat yang semula dijadwalkan pada Januari dilaporkan tidak dapat diumumkan tepat waktu sebagai dampak langsung dari penghentian operasional pemerintah federal (shutdown).
Di tengah tertundanya data tersebut, pasar mendapat sentimen dari publikasi indeks PMI manufaktur AS versi ISM yang dirilis hari ini. Data itu menunjukkan sektor manufaktur AS—setelah lebih dari tiga tahun berada dalam fase rendah—mulai memperlihatkan tanda-tanda ekspansi. Indeks manufaktur, indeks pesanan baru, dan indeks kapasitas sama-sama mencatat pertumbuhan yang disebut signifikan, sehingga membantu meredakan ketegangan di pasar.
Di ranah perdagangan internasional, Donald Trump dan Narendra Modi mengumumkan tercapainya kesepakatan baru. Dalam perjanjian itu, tarif barang India yang diekspor ke AS disebut akan diturunkan dari 25% menjadi 18% apabila India menghentikan pembelian minyak mentah dari Rusia. Kabar tersebut mendorong penguatan aset India: indeks acuan Nifty 50 melonjak 3,8%, ETF MSCI India yang terdaftar di AS sempat menyentuh level tertinggi dengan kenaikan 2,4%, dan nilai tukar rupee offshore terhadap dolar AS naik 1%.
Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang memberikan klarifikasi terkait rumor akhir pekan mengenai kemungkinan Nvidia menarik investasi senilai 10 miliar dolar AS pada OpenAI. Huang menyatakan angka tersebut tidak pernah dianggap sebagai komitmen yang kaku, dan strategi perusahaan saat ini lebih condong pada pendekatan investasi bertahap, satu putaran pada satu waktu.
Dari sektor korporasi, Oracle dilaporkan aktif menerbitkan obligasi di pasar utang perusahaan untuk menghimpun dana pembangunan pusat data. Skala pendanaan kali ini disebut berpotensi melampaui rekor penerbitan utang 30 miliar dolar AS yang sebelumnya dicatat Meta.
Perhatian juga tertuju pada langkah Elon Musk. Sejumlah media melaporkan Musk mempertimbangkan integrasi bisnis SpaceX dan xAI ke dalam sistem Tesla.

