Kegiatan Sekolah Pasar Modal di Universitas Telkom Purwokerto, Banyumas, yang digelar Rabu (25/2/2026) mendorong mahasiswa untuk mulai berinvestasi sejak dini. Materi disampaikan praktisi pasar modal, Ardho Zuhri Falah, yang menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.
Dalam pemaparannya, Ardho menjelaskan bahwa pasar modal tidak hanya dipahami sebagai tempat jual beli saham. Menurutnya, pasar modal merupakan ruang pertemuan antara perusahaan yang membutuhkan pendanaan dan investor yang memiliki dana. Mahasiswa diajak melihat bahwa mereka juga dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut, termasuk dengan memulai investasi dari nominal kecil.
Ia juga memperkenalkan berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana, serta menekankan bahwa masing-masing memiliki fungsi berbeda sesuai profil risiko. Peserta diminta mengenali kecenderungan risikonya—konservatif, moderat, atau agresif—sebelum menentukan instrumen yang akan dipilih.
Selain itu, Ardho menyoroti dampak inflasi terhadap nilai uang. Ia menjelaskan bahwa uang yang hanya disimpan tanpa diinvestasikan berpotensi tergerus nilainya seiring kenaikan harga kebutuhan pokok. Karena itu, investasi disebut sebagai salah satu cara untuk menjaga daya beli di masa depan.
Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta menanyakan cara menentukan pilihan saham ketika pasar berfluktuasi. Peserta mengaku masih kesulitan membedakan saham yang layak dibeli dengan saham yang berisiko tinggi, terutama saat harga terlihat murah.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ardho menekankan bahwa harga murah tidak selalu mencerminkan kondisi perusahaan yang sehat. Ia menyarankan investor pemula memperhatikan rasio keuangan, tingkat utang, serta prospek bisnis sebelum memutuskan membeli saham.
Materi kemudian ditutup dengan penjelasan mengenai analisis fundamental dan teknikal dalam memilih saham. Peserta diajak memahami laporan keuangan, rasio utang, hingga konsep support dan resistance pada grafik harga. Ardho juga mendorong mahasiswa memanfaatkan aplikasi investasi resmi yang diawasi otoritas agar aktivitas investasi lebih aman dan terarah.

