BERITA TERKINI
Restrukturisasi Capital A Masuk Tahap Akhir, Pelepasan Bisnis Maskapai Menuju Rampung Desember

Restrukturisasi Capital A Masuk Tahap Akhir, Pelepasan Bisnis Maskapai Menuju Rampung Desember

Kuala Lumpur, 31 Oktober 2025 — Capital A Berhad, perusahaan induk AirAsia, mengumumkan seluruh persyaratan utama untuk pelepasan bisnis maskapai telah dipenuhi. Dengan demikian, perjanjian jual beli dengan AirAsia X Berhad kini berlaku tanpa syarat.

Perkembangan ini menandai fase terakhir konsolidasi seluruh maskapai AirAsia ke dalam satu grup penerbangan, sekaligus menjadi pijakan bagi Capital A untuk melanjutkan arah bisnis sebagai perusahaan multi-platform di sektor perjalanan dan digital.

Capital A menyatakan seluruh persetujuan pemangku kepentingan telah diterima, termasuk komitmen pendanaan senilai RM1 miliar untuk AirAsia X. Perusahaan juga menyebut persyaratan regulasi dari Thailand telah diselesaikan pada 17 Oktober.

Setelah perjanjian menjadi tanpa syarat, tahapan berikutnya mencakup pengurangan modal Capital A, distribusi, alokasi dan pencatatan saham AirAsia X, serta sejumlah proses administratif lain. Penyelesaian keseluruhan rangkaian ini ditargetkan pada Desember. Pada bulan yang sama, Capital A berencana mengajukan pencabutan status PN17 setelah status tersebut berlangsung hampir enam tahun sejak awal pandemi.

CEO Capital A, Tony Fernandes, pada Kamis, 30 Oktober, mengatakan pemenuhan persyaratan tersebut merupakan capaian penting setelah perusahaan mendorong proses persetujuan selama setahun terakhir. Ia menyebut restrukturisasi ini akan mengarah pada pembentukan dua entitas dengan fokus berbeda: grup maskapai terintegrasi dan grup perjalanan serta digital.

Menurut rencana perusahaan, grup maskapai akan bernama AirAsia Group dan menggabungkan tujuh maskapai AirAsia, baik jarak menengah maupun jarak pendek, dalam satu platform untuk beroperasi sebagai satu jaringan di kawasan. Sementara itu, Capital A akan memusatkan perhatian pada pengembangan lima bisnis perjalanan dan digital yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Setelah konsolidasi rampung, AirAsia Group disebut akan menjalankan strategi berbasis beberapa mega-hub utama di kawasan, tanpa bergantung pada satu pasar domestik. Perusahaan menyatakan visinya adalah menjadi maskapai jaringan berbiaya rendah berbasis pesawat narrow-body pertama di dunia, dengan fokus pada armada seperti Airbus A321neo dan A321XLR.

Adapun lima bisnis yang tetap berada di bawah Capital A meliputi ADE (engineering), Teleport (logistik), AirAsia MOVE (platform perjalanan), Santan (makanan dan minuman), serta bisnis lisensi merek dan kekayaan intelektual Abc. yang direncanakan berganti nama menjadi AirAsia NEXT. Capital A menyebut kelima bisnis tersebut akan memanfaatkan ekosistem data, teknologi, dan keterlibatan pelanggan yang dimiliki grup untuk menciptakan nilai lintas platform.

Pengumuman ini menegaskan proses restrukturisasi Capital A telah memasuki tahap akhir, dengan perusahaan bersiap melanjutkan langkah berikutnya setelah penyelesaian proses dan rencana pengajuan pencabutan status PN17.