Harga emas dunia diproyeksikan bergerak pada pekan depan dengan kecenderungan menguat. Sejumlah faktor global, mulai dari geopolitik, perang dagang, hingga dinamika politik Amerika Serikat, dinilai masih menjadi pemicu utama pergerakan harga emas atau logam mulia.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan, pergerakan harga emas pekan depan masih terbuka ke dua arah, baik mengalami koreksi maupun melanjutkan tren penguatan.
Menurut Ibrahim, jika harga emas dunia turun, penurunan diperkirakan mengarah ke level USD 4.960 per troy ounce. Pada skenario tersebut, harga logam mulia domestik diperkirakan berada di sekitar Rp 2.852.000.
Ia menambahkan, bila tekanan berlanjut hingga menyentuh level support kedua, harga emas dunia berpotensi turun sampai USD 4.904. Kondisi ini diperkirakan bisa terjadi hingga Sabtu, dengan harga logam mulia di kisaran Rp 2.752.000.
Meski demikian, Ibrahim menilai skenario penguatan lebih kuat. Ia memperkirakan harga emas dunia berpeluang naik menuju USD 5.020 pada Senin (26/1). Jika level tersebut tercapai, harga logam mulia domestik diperkirakan berada di sekitar Rp 2.992.000.
Peluang penguatan lanjutan juga disebut terbuka hingga menyentuh level resisten kedua di USD 5.100. Apabila level ini tercapai, harga logam mulia domestik diperkirakan menembus Rp 3.092.000.
Ibrahim menyebut, ada kemungkinan besar pergerakan menuju USD 5.100 hingga Sabtu (31/1). Ia juga menekankan proyeksi bahwa pada akhir Februari, level USD 5.000 ke atas sangat mungkin tercapai, dengan resisten kedua di USD 5.100 yang ia perkirakan setara dengan Rp 3.092.000.
Lebih lanjut, Ibrahim memaparkan sejumlah faktor yang dinilai mendorong pergerakan harga emas dunia dan logam mulia, yakni geopolitik, perang dagang, dinamika politik Amerika Serikat, serta keseimbangan suplai dan permintaan.
Dari sisi geopolitik, ia mencontohkan situasi Greenland yang sempat memberi angin segar setelah adanya kesepakatan yang memungkinkan Amerika Serikat mengakses wilayah tersebut bersama NATO. Secara teori, kondisi ini seharusnya menekan harga emas.

