BERITA TERKINI
Pramu Atmadji Bertahan dan Berkembang dengan Usaha Pempek di Yogyakarta hingga Masuk Pusat Perbelanjaan

Pramu Atmadji Bertahan dan Berkembang dengan Usaha Pempek di Yogyakarta hingga Masuk Pusat Perbelanjaan

Usaha kuliner pempek, siomay, dan batagor milik Pramu Atmadji menjadi salah satu pilihan makanan yang bertahan dan berkembang di Yogyakarta. Pria berusia 52 tahun ini mengelola gerai pempek Palembang yang kini beroperasi di sejumlah titik strategis, termasuk pusat perbelanjaan dan kawasan kampus.

Salah satu gerainya saat ini berada di area Hypermart Jogja City Mall (JCM). Pramu menuturkan, perjalanan bisnisnya bermula sejak awal 1990-an ketika ia mengikuti pengusaha asal Palembang. Dari pengalaman tersebut, ia kerap berpindah kota dan terlibat dalam pembukaan gerai, khususnya yang berada di bawah perusahaan ritel besar.

“Saya itu lama ikut orang, kurang lebih sepuluh tahunan, dan hampir setiap ada pembukaan saya selalu dikirim ke lapangan,” kata Pramu.

Setelah bertahun-tahun menjalani pekerjaan yang menuntutnya terus berpindah tempat, Pramu memutuskan membuka usaha secara mandiri. Yogyakarta menjadi titik awal ia membangun gerai sendiri, yang kemudian sempat berkembang ke Solo dan beberapa lokasi lain. Namun, seiring waktu, ia memilih memusatkan usahanya di Yogyakarta. “Ternyata rezekinya di Jogja malah lebih banyak, jadi sekarang saya fokus di sini saja,” ujarnya.

Saat ini, Pramu melayani konsumen dari berbagai segmen, termasuk pelanggan di pusat perbelanjaan dan lingkungan kampus. Salah satu lokasi yang disasar adalah kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya, pasar mahasiswa memiliki karakter khusus: harga harus terjangkau, tetapi kualitas dan kebersihan tetap menjadi tuntutan. “Kalau di kampus itu harus bagus barangnya, higienis, tapi harganya tetap masuk akal,” ucapnya.

Untuk menjaga mutu, Pramu mengaku konsisten menggunakan ikan tenggiri sebagai bahan utama pempek, meski harganya relatif mahal dan pasokannya tidak selalu mudah. Ia juga menyebut seluruh proses produksi dilakukan tanpa bahan pengawet dan dibuat setiap hari agar tetap segar. “Saya bikin setiap hari supaya fresh, nggak pakai pengawet sama sekali,” katanya.

Selain pempek, siomay, dan batagor, Pramu juga memproduksi tahu bakso dari rumah. Produk ini disebut memiliki peminat cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan kantin dan acara tertentu. Namun, ia mengaku selektif menerima pesanan besar karena keterbatasan tenaga. “Saya nggak mau memaksakan kalau tenaganya nggak ada, yang penting kualitas tetap terjaga,” ujarnya.

Di sisi pelanggan, Yogi, salah satu pembeli, mengaku pertama kali mencoba pempek tersebut secara tidak sengaja saat berbelanja di Jogja City Mall. Ia menilai rasa dan harga yang ditawarkan sesuai. “Awalnya cuma lapar, tapi pas nyobain pempeknya enak banget dan harganya terjangkau. Kapan-kapan saya mau coba siomay sama batagornya,” kata Yogi.