BERITA TERKINI
Praktisi Usaha Nilai Kenaikan ROA Danantara Jadi Sinyal Positif Transformasi Pengelolaan Aset Negara

Praktisi Usaha Nilai Kenaikan ROA Danantara Jadi Sinyal Positif Transformasi Pengelolaan Aset Negara

JAKARTA—Praktisi dunia usaha yang aktif di sejumlah organisasi bisnis nasional seperti HIPPI, HIPMI, dan KADIN, Fauzan Fadel Muhammad, menilai kenaikan Return on Assets (ROA) Danantara Indonesia yang dilaporkan melonjak lebih dari 300% sepanjang 2025 sebagai sinyal penting bahwa transformasi pengelolaan aset negara mulai menunjukkan arah positif.

Menurut Fauzan, peningkatan tersebut tidak semata menjadi capaian angka dalam laporan keuangan, melainkan mencerminkan mulai terbentuknya pendekatan pengelolaan aset negara yang lebih produktif, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai ekonomi.

“Peningkatan ROA ini menjadi indikator bahwa upaya optimalisasi aset negara mulai bergerak ke arah yang lebih produktif. Ketika aset yang besar dikelola dengan disiplin bisnis yang kuat serta strategi investasi yang tepat, maka potensi nilai ekonominya dapat meningkat secara signifikan,” ujar Fauzan dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

ROA merupakan salah satu indikator untuk mengukur kemampuan suatu entitas menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya. Dalam konteks lembaga investasi negara seperti Danantara, rasio ini mencerminkan efektivitas pengelolaan aset sekaligus kemampuan institusi dalam menciptakan nilai ekonomi dari aset nasional yang dikelola.

Fauzan menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), efisiensi permodalan (capital efficiency), serta disiplin investasi dalam pengelolaan aset negara yang bernilai besar.

Ia juga menyebut penguatan kinerja lembaga investasi negara seperti Danantara sejalan dengan agenda transformasi pengelolaan BUMN, agar aset negara tidak hanya berfungsi sebagai alat produksi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menciptakan nilai ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki aset negara yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana aset tersebut dapat dikelola secara profesional sehingga tidak hanya menjadi aset pasif, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang nyata bagi perekonomian nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Fauzan menilai Danantara berpotensi memperkuat investasi di berbagai sektor strategis, termasuk logistik, energi, infrastruktur, serta pengembangan industri yang memiliki dampak pengganda besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, sektor-sektor tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan jangka panjang dan pengelolaan investasi yang terintegrasi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Jika dikelola secara konsisten dan profesional, Danantara dapat berperan sebagai katalis dalam mempercepat pengembangan sektor-sektor strategis nasional sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global,” tambahnya.

Fauzan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta agar pengelolaan aset nasional dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.