BERITA TERKINI
Prabowo Klaim Ekonomi Indonesia Tangguh, Bawa Komitmen Investasi Inggris Rp 90 Triliun

Prabowo Klaim Ekonomi Indonesia Tangguh, Bawa Komitmen Investasi Inggris Rp 90 Triliun

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air usai menjalani rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Prabowo mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (24/1/2026) pukul 17.41 WIB.

Kedatangan Prabowo disambut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra.

Dalam lawatan tersebut, Prabowo membawa sejumlah hasil yang disebut strategis, termasuk komitmen investasi dari Inggris sekitar 4 miliar poundsterling atau setara Rp 90 triliun. Prabowo menilai komitmen itu mencerminkan kepercayaan pihak luar terhadap ketangguhan ekonomi Indonesia.

Kunjungan kerja Prabowo diawali di Inggris untuk bertemu Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III. Dari pertemuan itu, disebut tercapai tiga kesepakatan utama, yakni komitmen investasi 4 miliar poundsterling, penguatan kerja sama di bidang maritim, serta kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.

Selain ekonomi dan maritim, Prabowo juga menyoroti penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi.

Setelah dari Inggris, Prabowo melanjutkan agenda ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026. Dalam forum tersebut, Prabowo menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan meningkat.

“Saya yakin pertumbuhan ekonomi kami akan secara signifikan mengejutkan banyak pihak di dunia,” ujar Prabowo saat berbicara di Davos.

Prabowo mengakui dunia sedang menghadapi berbagai gejolak. Namun, ia menilai ekonomi Indonesia tetap terbukti tangguh menghadapi guncangan global. Ia menunjuk inflasi tahunan yang disebut stabil di kisaran 2 persen, serta defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dijaga tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Ia juga menyinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut konsisten di kisaran 5 persen selama satu dekade terakhir. “Dan saya yakin tahun ini pertumbuhan ekonomi kita akan lebih tinggi,” katanya.

Menurut Prabowo, optimisme tersebut didukung pengakuan lembaga internasional. Ia menyebut International Monetary Fund (IMF) menilai Indonesia sebagai “titik terang global” (global bright spot) dalam konsultasi 2025 Article IV Mission yang berlangsung pada 3–12 November 2025. Predikat itu disematkan setelah Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026 di tengah ketidakpastian global.

“Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh,” tegas Prabowo.

Prabowo menambahkan, stabilitas ekonomi disebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan terbentuk karena Indonesia memilih persatuan dan kolaborasi dibandingkan perpecahan. “Kami selalu memilih persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas yang dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun terus kami jaga,” ujarnya.

Sebelumnya, Bloomberg Intelligence memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stabil, dengan PDB tumbuh 5,0 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan inflasi berada di level 2,75 persen (yoy) pada 2026.

Selain agenda ekonomi, Prabowo juga menyebut capaian diplomatik berupa keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Keanggotaan itu dinilai sebagai langkah Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik dan perdamaian global, termasuk di Gaza.