BERITA TERKINI
Prabowo Apresiasi BTN atas Penyaluran 182.952 Unit KPR Sejahtera FLPP Sepanjang 2025

Prabowo Apresiasi BTN atas Penyaluran 182.952 Unit KPR Sejahtera FLPP Sepanjang 2025

SERANG — Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi peran PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam mendukung pemenuhan kebutuhan rumah layak melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Sepanjang 2025, BTN menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 182.952 unit.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam kegiatan Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP dan serah terima kunci rumah tahun 2025 yang digelar di Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam program perumahan rakyat. Ia menekankan pentingnya rumah layak sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa capaian yang ada masih belum memenuhi kebutuhan secara keseluruhan.

Prabowo juga menyoroti masih besarnya jumlah masyarakat yang belum memiliki rumah layak. Ia menyebut terdapat sekitar 29 juta rakyat yang belum memiliki hunian yang memadai, sehingga upaya pemenuhan perumahan perlu terus ditingkatkan.

Selain mendorong percepatan, Prabowo meminta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk memastikan pengembang memperbaiki kualitas rumah yang dibangun. “Saya minta Pak Ara pastikan ke pengembang untuk perbaiki kualitas rumah-rumahnya,” kata Prabowo.

Di sisi lain, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan strategi perseroan untuk memperluas penyaluran KPR subsidi pada tahun berikutnya. Menurut Nixon, mulai 2026 BTN akan menerapkan strategi “create demand” dengan mencari calon debitur potensial melalui kerja sama dengan berbagai institusi di sejumlah sektor.

Salah satu contoh yang disampaikan Nixon adalah komitmen pemenuhan kebutuhan KPR subsidi untuk guru-guru Muhammadiyah yang akan dilayani BTN. Ia menyatakan optimistis peluang serupa masih terbuka dengan institusi lain, sehingga BTN dapat merekomendasikan debitur KPR subsidi potensial kepada pengembang untuk mempercepat penyaluran KPR subsidi.