BERITA TERKINI
Polresta Pekanbaru Tangkap Terduga Pelaku Perdagangan Anak Siamang, Pemilik Asal Masih Diburu

Polresta Pekanbaru Tangkap Terduga Pelaku Perdagangan Anak Siamang, Pemilik Asal Masih Diburu

Polisi menangkap seorang pria berinisial YUS terkait dugaan perdagangan satwa dilindungi jenis siamang di Pekanbaru, Riau. Penangkapan dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru pada Kamis, 22 Januari 2026, setelah aparat menerima informasi dari masyarakat tentang praktik jual beli satwa ilegal.

Dalam kasus ini, polisi menyita satu anak siamang (Symphalangus syndactylus) berusia sekitar tiga bulan sebagai barang bukti. Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta mengatakan pengungkapan dilakukan melalui metode transaksi penyamaran. “Ada informasi jual beli satwa di Pekanbaru, kemudian anggota melakukan undercover buying. Alhamdulillah pelakunya sudah tertangkap,” ujarnya saat konferensi pers, Kamis.

Menurut Muharman, penyidik masih mengembangkan perkara untuk menelusuri pihak yang diduga sebagai pemilik atau pemelihara satwa tersebut. “Prosesnya masih pengembangan terhadap pemilik atau pemelihara satwa, yang saat ini belum kami amankan,” katanya.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah menjelaskan, penyelidikan bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya transaksi satwa dilindungi di sekitar kawasan yang tidak jauh dari Mapolresta Pekanbaru. Polisi kemudian menelusuri pasar-pasar hewan untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Di lokasi, polisi menemukan tersangka yang kemudian memberikan informasi tentang seseorang yang menjual anak siamang. Aparat lalu menghubungi orang tersebut dan melakukan transaksi penyamaran melalui tersangka.

Satwa itu dikirim ke Pekanbaru menggunakan jasa travel dan ditemukan dalam sebuah kardus kecil. Dari hasil pemeriksaan, siamang tersebut diketahui berasal dari wilayah Kecamatan Kampar Kiri. Polisi menyebut baru memberikan uang muka sebesar Rp1 juta dalam transaksi itu.

Anggi mengatakan petugas telah melakukan pengecekan ke Kampar pada malam sebelumnya, namun pihak yang diduga pemilik satwa tidak ditemukan di rumah. “Tadi malam kami sudah mengecek ke Kampar, namun pemiliknya tidak ditemukan di rumah. Pengejaran tetap kami lakukan,” ujarnya.