Politeknik Kampar menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Peningkatan Literasi Sawit Berkelanjutan bagi Siswa SMAN 2 Rumbio Jaya” di Kabupaten Kampar, Riau. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang menyasar pelajar untuk memperkuat pemahaman tentang pengelolaan kelapa sawit secara bertanggung jawab.
Program berlangsung di SMA Negeri 2 Rumbio Jaya, Kecamatan Rumbio Jaya, dan diikuti puluhan siswa yang didampingi pihak sekolah. Kegiatan tersebut menyoroti pentingnya literasi sawit berkelanjutan, terutama di Riau yang dikenal sebagai salah satu sentra kelapa sawit di Indonesia.
Ketua tim PKM Politeknik Kampar, Ardiansyah Hamid, menyampaikan bahwa edukasi ini ditujukan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep sawit berkelanjutan di tengah derasnya arus informasi, khususnya dari media sosial. Ia menilai masih banyak isu negatif terkait kelapa sawit yang beredar luas namun tidak selalu berbasis pada fakta ilmiah.
“Banyak beredar isu negatif mengenai kelapa sawit yang belum tentu didasarkan pada fakta ilmiah. Melalui kegiatan ini, kami ingin meluruskan pemahaman siswa bahwa persoalan utama bukan pada sawitnya, tetapi pada cara pengelolaannya. Sawit bisa memberikan manfaat besar jika dikelola secara berkelanjutan,” ujar Ardiansyah Hamid, Sabtu (24/1/2026).
Dalam sesi edukasi, tim PKM memaparkan tiga pilar utama sawit berkelanjutan, yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial. Para siswa diajak memahami bahwa praktik budidaya dan pengelolaan sawit perlu menjaga keseimbangan ketiga aspek tersebut.
Pada pilar lingkungan, materi menekankan prinsip perlindungan ekosistem serta pengelolaan lahan yang tidak merusak. Dari sisi ekonomi, kelapa sawit dipaparkan sebagai sektor yang dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara produktif dan adil. Sementara pilar sosial menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan dan membangun relasi yang sehat di komunitas sekitar perkebunan.
Kegiatan juga diisi diskusi interaktif. Siswa diberi ruang untuk bertanya, menyampaikan pendapat, serta membahas isu-isu sawit yang kerap mereka temui di media sosial maupun di lingkungan sekitar. Model diskusi ini diarahkan untuk membangun sikap kritis sekaligus membiasakan siswa memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks atau narasi yang keliru.
Kabag Humas SMAN 2 Rumbio Jaya, Budi Irawan, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kegiatan literasi semacam ini dapat membantu siswa memiliki wawasan yang benar dan kritis terhadap isu-isu pembangunan, termasuk isu kelapa sawit.

