PT PLN (Persero) terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan guna memastikan distribusi batu bara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu kembali berjalan normal. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan pasokan listrik di wilayah Sumatera bagian selatan.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menyampaikan bahwa terhentinya distribusi batu bara ke PLTU Bengkulu terjadi akibat desakan dan pembatasan dari Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang didukung DPRD Sumatera Selatan terhadap aktivitas angkutan batu bara. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada terganggunya rantai pasok energi primer ke pembangkit.
PLN meminta agar operasional truk pengangkut batu bara yang memasok kebutuhan PLTU Bengkulu dapat kembali diperbolehkan beroperasi. Permintaan ini disampaikan karena stok batu bara di pembangkit saat ini hanya mencukupi sekitar tiga hari operasional.
“Saat ini, PLTU tidak mendapatkan pasokan batu bara karena adanya desakan dari pemerintah provinsi. Stok yang tersedia sangat terbatas dan hanya cukup untuk tiga hari ke depan,” kata Rizal.
Ia menjelaskan PLTU Bengkulu merupakan bagian penting dari sistem kelistrikan Sumatera, khususnya Sumatera bagian selatan. Gangguan pasokan batu bara dinilai berpotensi menurunkan kapasitas pembangkit dan mengancam keandalan pasokan listrik di sejumlah wilayah.
“Apabila distribusi batu bara tidak segera kembali normal, maka potensi pemadaman listrik tidak hanya terjadi di Bengkulu, tetapi dapat meluas ke beberapa wilayah di Sumatera Selatan bahkan hingga Jambi,” ujarnya.
Sebelumnya, distribusi batu bara ke PLTU Bengkulu disebut mengalami hambatan akibat pembatasan operasional sekitar 150 truk batu bara. Pembatasan itu berkaitan dengan aspirasi dan tekanan dari pemerintah daerah terkait dampak lalu lintas serta aktivitas angkutan batu bara terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.
Di sisi lain, batu bara masih menjadi sumber energi utama bagi PLTU yang menyuplai listrik bagi pelanggan di wilayah Sumatera. Terhentinya pasokan secara mendadak membuat stok di pembangkit menipis dan menempatkan sistem kelistrikan dalam kondisi siaga.
Rizal menyampaikan permintaan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar membuka akses distribusi sehingga pasokan batu bara ke PLTU Bengkulu dapat segera terpenuhi. “Saya meminta dengan hormat kepada Gubernur Sumatera Selatan membuka jalan agar truk-truk batu bara segera memenuhi kebutuhan pasokan batu bara di PLTU Bengkulu,” katanya.
PLN menegaskan keberlanjutan pasokan listrik merupakan kepentingan strategis nasional karena listrik menjadi kebutuhan dasar masyarakat serta penopang aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan industri. PLN juga menyatakan memahami perhatian pemerintah daerah terhadap aspek sosial dan lingkungan, namun berharap ada solusi bersama yang proporsional agar kepentingan daerah tetap terakomodasi tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik.
“Kami berharap ada ruang dialog dan solusi bersama. Jika suplai batu bara terhenti terlalu lama, pemadaman listrik menjadi tidak terhindarkan dan ini akan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Rizal.

