PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng perusahaan konsultan asal Korea Selatan, Greenery Inc., untuk memperkuat rantai pasok biomassa berkelanjutan serta mengembangkan riset karbon rendah. Kerja sama ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencapai target penurunan emisi dan Net Zero Emissions 2060.
Direktur Bioenergi PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan biomassa memiliki peran strategis sebagai solusi transisi energi karena dapat langsung diimplementasikan dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit yang sudah ada.
“Bioenergi, khususnya biomassa, bukan sekadar bahan bakar pengganti, tetapi bagian dari strategi besar transisi energi. Karena itu, pasokan harus berkelanjutan, bernilai tambah, dan dikelola dengan tata kelola yang kuat,” kata Hokkop pada Sabtu (17/1/2026).
Melalui nota kesepahaman (MoU) tersebut, PLN EPI dan Greenery menyepakati kerangka kerja sama yang mencakup pengembangan biomassa, riset teknis, peningkatan kualitas bahan bakar, serta eksplorasi kerja sama internasional terkait penurunan emisi. Ruang lingkupnya juga mencakup peluang mekanisme karbon lintas negara.
Selain itu, kedua pihak sepakat mendorong pengembangan biomassa dan residu pertanian, melakukan riset teknis bersama, memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas melalui transfer pengetahuan.

