Lumajang—Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui manajemen baru Perumdam Semeru mulai menata ulang arah bisnis perusahaan daerah tersebut. Penataan dilakukan di tengah kondisi keuangan yang disebut belum sepenuhnya pulih dan tanpa adanya penyertaan modal pada awal tahun anggaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Perumdam Semeru, Maulana Haqiqi, mengatakan fokus awal perusahaan diarahkan pada bisnis distribusi pasir. Skema ini dipilih karena dinilai tidak membutuhkan modal besar, memiliki risiko relatif rendah, serta dapat menjaga arus kas perusahaan tetap berjalan.
“Modelnya kita tidak terlalu banyak modal. Kita ambil dari stockpile, kita kulak, lalu kita sebagai perusahaan yang mencari market. Setelah itu kita kirim ke batching plant, ke pabrik, dan kebutuhan industri lainnya. Pembayarannya bisa tiga hari sekali,” kata Maulana, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Maulana, keuntungan dari distribusi pasir tidak terlalu besar, tetapi bersifat kontinu. Dalam kondisi perusahaan saat ini, ia menilai keberlanjutan pendapatan menjadi aspek penting agar perusahaan dapat bertahan, memperoleh keuntungan secara konsisten, dan menjaga stabilitas keuangan sebagai dasar pengembangan usaha ke depan.
“Yang penting perusahaan ini bisa survive, bisa untung meskipun tidak besar, dan bisa stabil. Harapannya ke depan perusahaan ini bisa benar-benar sehat dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Selain pasir, Perumdam Semeru juga telah menjalankan bisnis distribusi pupuk yang akan terus diperkuat. Di Kabupaten Lumajang terdapat delapan distributor pupuk, dan Perumdam Semeru menjadi salah satunya. Namun, keterbatasan kuota masih menjadi tantangan yang akan diupayakan solusinya oleh manajemen.
“Kita akan maksimalkan yang sudah jalan. Kalau distribusi pupuk ini bisa diperkuat, tentu akan membantu perusahaan lebih stabil,” kata Maulana.
Dalam rencana jangka menengah, manajemen membuka peluang pengembangan usaha distribusi komoditas lain seperti gula, micin, dan kebutuhan pokok lainnya. Maulana menyebut, sebagai perusahaan daerah, Perumdam Semeru memiliki jejaring dan dukungan pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama berbasis Delivery Unit (DU) serta sistem bagi hasil dengan mitra usaha.
“Bahasanya kita distributor. Minim modal, tapi dengan power kita sebagai pemerintah, kita bisa ambil DU. Nanti bagi hasil dengan bandar. Ini disesuaikan dengan kondisi perusahaan saat ini,” jelasnya.
Di luar aspek bisnis, manajemen baru Perumdam Semeru juga membawa visi transformasi perusahaan yang modern dan berbasis teknologi. Salah satu cita-cita yang ingin diwujudkan adalah sistem distribusi pasir berbasis digital yang mudah diakses masyarakat, termasuk dari luar daerah.
Ke depan, pembeli atau pelaku usaha yang ingin membeli pasir Lumajang diharapkan dapat mengakses platform daring resmi, membagikan titik lokasi pengiriman, dan memperoleh informasi harga secara transparan.
“Cita-cita kami, orang mau beli pasir di Lumajang itu tinggal klik di web, kirim share lokasi, keluar harganya. Itu memang belum terjadi, tapi itu yang akan kami kejar,” ujar Maulana.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan pemerintah daerah bersama DPRD memiliki tanggung jawab untuk menyehatkan kembali perusahaan daerah yang saat ini masih dalam kategori sakit. Pemerintah daerah, kata dia, memberikan waktu dan kepercayaan kepada manajemen baru untuk bekerja dan membuktikan hasilnya.
“Saya sudah sampaikan ke DPRD, beri saya waktu untuk menyehatkan. Kalau ternyata mentok dan tidak bisa, baru kita tutup. Tapi saya yakin perusahaan daerah ini tidak akan pernah ditutup, justru akan menjadi perusahaan daerah yang sehat,” katanya.

